Ponorogo (beritajatim.com) – Warga Dusun Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo terserang wabah Cikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak tiga pekan terakhir. Mereka mengalami nyeri pada persendian.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo, tercatat di Dusun Trenceng ada 13 orang terserang Chikungunya. Selain itu, ada 3 warga yang positif Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Tercatat ada 13 orang di Desa Trenceng yang terserang penyakit Chikungunya. Selain itu juga ada 3 orang positif DBD,” kata Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setiyarini, Kamis (1/2/2024).
Kedua penyakit ini, kata Anik, disebabkan virus yang berasal dari gigitan nyamuk. Gejalanya demam tinggi, pusing serta mengalami nyeri di bagian sendi.
Tetapi untuk Chikungunya, tingkat fatalitas jauh rendah dibandingkan dengan DBD. Musim penghujan seperti ini memang berpotensi penderitanya banyak. Sebab, cuaca seperti ini banyak nyamuk yang berkembang biak.
“Untuk memastikan terserang penyakit Chikungunya maupun DBD, harus dilakukan Rapid Diagnostic Tes (RDT). Pengecekan itu bisa dilakukan di Puskesmas,” katanya.
Melihat cuaca hujan yang masih ada seperti sekarang ini, Anik menghimbau masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungannya masing-masing. Hal itu sebagai langkah antisipatif untuk menekan perkembangbiakan nyamuk.
“Untuk pencegahan yang efektif dan mudah, ya dilakukan PSN supaya perkembangbiakan nyamuk bisa ditekan. Bagi masyarakat yang bergejala, ya segera dilaporkan dan diperiksakan ke Puskesmas,” pungkasnya. [end/beq]






