Kediri (beritajatim.com) – Banyak anak muda di Kota Kediri yang memulai usaha sendiri, dengan terjun ke sektor ekonomi kreatif mulai dari fashion sampai kuliner. Didukung teknologi, anak muda lebih banyak ide dan inovasi.
“Anak-anak muda ini lebih punya inovasi untuk meningkatkan ekonomi kreatif,” tutur founder Yayasan Gina Bhakti Luhung Regina Nadya Suwono seusai grand final pemilihan Duta Ekonomi Kreatif 2023 Kota Kediri.
Pemilihan Duta Ekonomi Kreatif oleh Yayasan Gina Bhakti Luhung sendiri, bukan sekedar ajang untuk mencari siapa yang tercantik atau terpintar. Namun untuk menggali gagasan dan ide-ide dari para anak muda untuk bisa memajukan ekonomi kreatif di Kota Kediri dan sekitarnya.
“Pemuda yang berkontribusi ke masyarakat di bidang ekonomi kreatif. Harapannya bisa menjadi contoh atau role model untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tambahnya lagi.
Para finalis terdiri para pemuda dan pemudi umur 15 hingga 20 tahun, mulai yang duduk di SMP hingga bangku kuliah. Dari 12 finalis tersebut dipilih juara 1, Runner up 1 hingga Runner up 5, best performance, best social media, best intellegence serta juara favorit dan persahabatan. Penampilan para finalis dinilai para juri yang berasal dari para pelaku ekonomi kreatif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]
Meskipun masih muda, Regina mengungkapkan para finalis ini memiliki gagasan-gagasan menarik yang bisa dikembangkan ke depan. Lalu dikolaborasikan dengan pihak terkait yang mana bisa untuk meningkatkan ekonomi warga.
Seperti salah satu finalis yang hobi fotografi dan siap mendedikasikan talentanya untuk katalog UMKM di Kota Kediri. Juga finalis lain dengan skill barbershop, ingin berkeliling desa untuk mengajarkan teknik potong rambut. Ada juga yang berminat berbagi ilmu pengolahan limbah buah kepada ibu-ibu.
“Mereka akan kita berikan pembinaan untuk mengetahui UMKM di lapangan. Kita beri pendampingan. Ide-ide mereka nantinya akan kita bawa ke lapangan,” tambah wanita yang akrab disapa Mbak Rere itu.
Juara 1 sekaligus Duta Ekonomi Kreatif Ervina Devi menuturkan dirinya ikut ambil bagian dalam ajang tersebut untuk meningkatkan potensi diri, sehingga bisa lebih berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif di masyarakat Kota Kediri.
Mahasiswa semester 6 jurusan akuntansi Universitas Islam Kadiri itu mengungkapkan dirinya juga akan turun ke lapangan untuk membantu masyarakat serta pelaku UMKM.”Untuk memberikan pendampingan serta pelatihan,” tukas mahasiswi yang aktif di bidang public speaking itu.
Pemilihan Duta Ekonomi Kreatif ini turut mendapatkan apresiasi dari Pemkot Kediri. Kepala Disbudparpora Kota Kediri Zachrie Ahmad menyebut banyak anak muda di kota Kediri makin tertarik dengan sektor ekonomi kreatif.
“UMKM banyak anak muda. Angkringan, kafe hampir semua anak muda,” tutur Zachrie Ahmad.
Ajang ini nantinya juga bisa dikolaborasikan dalam seleksi Pemuda Pelopor. Dalam seleksi Pemuda Pelopor, salah satu kriteria yang difokuskan adalah bagaimana para pemuda bisa menjadi sumber kreatifitas dan menjadi inspirasi di tengah masyarakat.
“Dari sini, bisa menjadi pertimbangan. Siapa tahu ada yang bisa memenuhi syarat untuk dikirim ke tingkat Provinsi,” ujarnya lagi.
Sementara itu apresiasi yang sama turut diungkapkan oleh pengusaha Kota Kediri sekaligus sponsorship Pemilihan Duta Ekonomi Kreatif 2023 Adi Suwono. Dengan 2045 nanti Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang luas, maka para pemuda harus diarahkan ke arah yang lebih baik.
“Apalagi nanti ada bandara dan jalan tol, sangat potensial. Jadi agar tidak hanya menonton tapi juga menjadi pelaku di dalamnya, untuk membangun kota Kediri khususnya dan bangsa Indonesia umumnya,” tegas Adi Suwono. [nm/but]






