Surabaya (beritajatim.com) – Usai menurunkan nilai akademisi dua mahasiswa Stikosa AWS, LPM Acta Surya dibekukan sementara. Imbas dari kejadian tersebut, kawan-kawan yang tergabung dalam aksi solidaritas mahasiswa Stikosa AWS melakukan aksi demonstrasi di depan kampus wartawan tersebut, Senin (27/2/2023).
Aksi ini juga merupakan bentuk perlawanan atas sikap sewenang-wenang yang telah dilakukan Ketua Stikosa AWS.
“Hukuman dengan men-downgrade nilai akademis mahasiswa adalah bukti bahwa Meithiana selaku Ketua Stikosa AWS tidak memberikan contoh pendidikan yang berbasis ruang intelektual,” ujar Kiki Evelin Olivia Sihaloho, salah satu mahasiswi semester lima yang mengalami downgrade nilai.
Menurutnya, apa yang dilakukan ialah bagian dari kritisme yang merupakan implementasi dari Ilmu Komunikasi. Di mana hal ini telah menjadi akar disiplin ilmu Stikosa AWS.
Adapun pelaporan serta ancaman kepolisian menggunakan UU ITE dianggap sebagai bentuk pembodohan yang dilakukan oleh Ketua kepada mahasiswa. Tidak hanya terstruktur, tetapi juga secara sistematis.
BACA JUGA: Dua Mahasiswi Stikosa AWS Surabaya Langsung Dapat Nilai E
Dalam sikap turun aksi kali ini, para mahasiswa menyampaikan 6 poin tuntutannya, adapun di antaranya sebagai berikut:
- Mengembalikan hak nilai akademis atas nama Dwita Feby Febriyola dan Kiki Evelin Olivia Sihaloho.
- Menolak praktik-praktik otoriter yang dilakukan Ketua Stikosa AWS
- Bebaskan ruang pembelajaran akademik, kreatifitas, serta kebebasan berpendapat mahasiswa
- Perbaikan fasilitas dan pemenuhan hak intelektual kemahasiswaan
- Permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas segala tindak sewenang-wenang yang telah dilakukan Ketua Stikosa AWS
- Komitmen secara tertulis oleh Ketua Stikosa AWS, Wakil Ketua Satu, Wakil. Ketua Dua, bahwa tindakan ini adalah yang terakhir kalinya
Adapun dalam tuntutan sikap aksi tersebut tidak direspon hingga 1×24 jam, maka para mahasiswa akan melakukan kembali turun aksi dengan massa yang lebih besar. Sekaligus mengajak civitas akademika yang lain.
Dalam tuntutan tersebut juga disampaikan, apabila kebijakan Ketua Stikosa AWS yang tidak sesuai dengan statuta akademika, maka para demonstran yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa ini berniat membawa persoalan ini ke Senat Mahasiswa dan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur.
Di tempat terpisah, Meithiana beserta jajarannya melakukan wawancara bersama para awak media. Ia menyampaikan bahwa penurunan nilai terhadap kedua mahasiswa tersebut merupakan bentuk pembinaan. (fyi/nap)






