Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 86 ribu orang anggota Bumdesma (badan usaha milik desa bersama) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diminta membantu pengendalian inflasi dengan cara menanam cabai bersama-sama.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, satu dari sekian penyebab inflasi adalah cabai. “Orang Jember ini senang cabai. Akibat cabai mahal, terjadi inflasi. Daya beli masyarakat turun,” katanya, ditulis Sabtu (25/2/2023).
Hendy meminta kepada 26 bumdesma untuk memberikan polybag dan bibit cabai kepada para anggota mereka. “Supaya mereka menanam sendiri di rumah masing-masing. Saya minta setiap anggota diberi dua polybag agar bisa diberikan juga ke tetangga kiri dan kanan rumah,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Menurut Hendy, jika ditanam pada Februari, cabai bisa dipanen pada saat lebaran. “Bisa dibayangkan kalau 86 ribu anggota ditambah tetangga kanan dan kiri, ada 250 ribu kepala keluarga. Saya sangat yakin kalau kita memproduksi banyak lombok, kita bisa membantu tetangga kabupaten sebelah,” katanya.
“Saya minta bantuan karena bumdesma sudah terbiasa bersedekah. Sedekahnya hampir kepada seratus ribu lebih keluarga (diambil) lima belas persen dari keuntungan. Kalau ditanam, lebaran panen,” kata Hendy.
Ading Abdul Karim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mengatakan, bumdesma sudah bergerak sesuai keinginan Hendy. “Secara keseluruhan, 26 Bumdesma telah memberikan bibit cabe total sebanyak 86.000 sesuai jumlah masyarakat pemanfaat program simpan pinjam perempuan dikalikan tiga, karena masing-masing memberikan dua bibit cabai ke dua keluarga tetangga masing-masing,” katanya.
Salah satunya adalah Bumdesma Bumi Puger yang membagikan seribu pohon bibit cabat kepada kelompok pemanfaat dana bergulir masyarakat, serta masyarakat Desa Mlokorejo dan Kasiyan, Kecamatan Puger, Rabu (23/02/2023).
Ading memperkirakan pada pertengahan puasa, gelombang awal penanaman cabai sudah mulai panen. “Diharapkan memasuki bulan puasa dan hari raya, inflasi terkendali karena sekitar 250.000 keluara memenuhi sendiri kebutuhan cabainya. Belanja untuk cabai bisa dialihkan untuk belanja kebutuhan lain seperti beras, kue, dan lain-lain,” katanya. [wir/kun]






