Surabaya (beritajatim.com) – Sosok wanita pacar anak pejabat pajak, Agnes Gracia Haryanto alias Agnes dihujat oleh warganet mengalami gangguan kejiwaan psikopat.
Hal itu karena dugaan bahwa wanita umur lima belas tahun ini terlibat dalam kasus penganiyaan kepada David yang merupakan anak petinggi GP Ansor.
Kasus penganiyaan ini masih didalami polisi, dua di antaranya telah dinyatakan sebagai tersangka, yakni Mario Dandy, merupakan anak pejabat pajak yang kini telah dipecat.
Kemudian tersangka kedua adalah Shane Lukas, yang diduga menemani Mario Dandy saat menghajar David sembari merekam video kejadian itu.
BACA JUGA: Bukan Agnes Gracia, Perekam Video Kasus Anak Pejabat Pajak Terungkap Jadi Tersangka
Namun, warganet justru ramai membicarakan sosok Agnes Gracia, merupakan pacar dari Mario. Dia disebut-sebut oleh warganet sebagai sumber masalah.
Bahkan tak sedikit menghujat Agnes Gracia dengan umpatan buruk sampai banyak yang menyebut bahwa Agnes mengalami psikopat.
Lalu apa sebenarnya yang disebut dengan psikopat? Berikut penjelasan serta tanda seseorang mengalami gangguan kejiwaan psikopat.
Apa itu psikopat?
Secara medis, psikopat merupakan salah satu jenis gangguan kejiwaan manusia yang tidak memiliki rasa empati dan tidak mampu mengontrol perbuatan buruk.
Secara bahasa, psikopat berasal dari dua kata, yakni psyches (jiwa) dan pathos (penyakit). Jika digabungkan, maka bisa diartikan sebagai penyakit jiwa.
Istilah psikopat merupakan sebutan bagi orang yang mengidap penyakit kejiwaan ini karena tidak memiliki perasaan, emosional, serta hati nurani.
Dianggap sebagai gangguan jiwa, sebab setiap manusia normalnya memiliki emosi, perasaan, dan hati nurani untuk mengontrol perbuatan buruk yang dilakukan.
Bahkan menurut Guru Besar Universitas British Columbia, Robert D. Hare, seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balikkan fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Sebagaimana ditulis dalam Majalah Gatra yang diterbitkan pada 2006, menjelaskan bahwa dalam kasus kriminal, psikopat tak lain merupakan seorang pembunuh, pemerkosa, dan koruptor.
Penyebab psikopat
Dilansir dari berbagai sumber kesehatan, beberapa penyebab gangguan kejiwaan ini belum bisa dipastikan. Namun ada beberapa yang bisa disebut sebagai pemicu seseorang mengalami psikopat.
1. Genetik, yakni faktor turun temurun dari orangtua.
2. Trauma, yakni memiliki memori tentang kekerasan atau kejahatan lain kepadanya.
3. Gangguan fungsi otak pada bagian amigdala, insula dan korteks prefrontal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kasus”]
Tanda seorang alami psikopat
- Arogan dan terlalu percaya diri.
- Sangat mudah marah.
- Bersikap agresif dan suka melakukan kekerasan.
- Berperilaku bertentangan dengan norma sosial.
- Sering mengabaikan hak orang lain.
- Tidak menunjukkan empati dan rasa penyesalan.
- Sering berbohong.
- Melakukan tindakan manipulatif untuk mendapatkan keinginannya.
- Melakukan tindakan kriminal berulang.
- Mengabaikan tanggung jawab.
Psikopat juga bisa dialami oleh anak di bawah umur dan bisa dilihat sejak dia berumur 15 tahun. Berikut ciri-cirinya:
- Senang menyakiti manusia dan binatang.
- Senang merusak barang.
- Sering melakukan kecurangan.
- Melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri atau membunuh.
Itulah penjelasan mengenai psikopat dan beberapa tanda seorang mengalami gangguan kejiwaan psikopat. Lalu apakah Agnes Gracia dalam kasus di atas bisa disebut psikopat?
Untuk menyatakan seseorang mengalami psikopat atau tidak, bukan hanya cukup untuk melihat ciri dan gejala seperti penjelasan di atas. Melainkan perlu melakukan pedoman penilaian formal dan wawancara mendalam.
Prasangka dan tuduhan sembarangan sebagai psikopat kepada seseorang berisiko buruk, dan bisa membuat citra seseorang di masyarakat menjadi jelek. (ian)






