Lamongan (beritajatim.com) – Para siswa di SDN Sungelebak, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan terpaksa harus belajar di rumah guru mereka. Pasalnya, ruangan kelas mereka telah terendam banjir.
Kepala SDN Sungelebak, Nita Novi Kristianti mengungkapkan, seiring dengan banjir luapan Sungai Bengawan Jero yang kini terus meluas, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya pun turut terganggu. Hal itu lantaran halaman dan gedung sekolahnya telah tergenang banjir.
Oleh karenanya, kata Nita, pihak sekolah memutuskan untuk memindahkan pembelajaran bagi para siswa di rumah guru. Ia juga mengaku, telah mengajak para orang tua siswa untuk bermusyawarah terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memindahkan ke rumah guru atau menggelar sekolah daring saja.
“Untuk sementara ini, proses belajar mengajar di sekolah ini kita pindahkan ke rumah bapak ibu guru, ada juga yang di rumah wali murid, karena ruang kelas kebanjiran,” kata Nita, Kamis (23/2/2023).
Nita menegaskan, meski KBM dipindahkan dan digelar di rumah guru, namun pembelajaran tetap berjalan normal layaknya di ruang kelas seperti biasanya. Hanya saja, para siswa tidak mengenakan seragam sekolah dan sepatu.
“Wali murid tidak mau sekolah daring, karena banyak wali murid yang kerja di luar dan tidak begitu paham terkait teknis belajar daring,” beber Nita.
Berdasarkan pantauan beritajatim.com, proses belajar mengajar di Desa Sungelebak ini tak hanya dilakukan di rumah guru, melainkan ada juga yang digelar di balai desa. Akan tetapi, pembelajaran yang dilakukan di Balai Desa itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak TK dan PAUD.
“Iya, pembelajaran di rumah guru dan wali murid ini untuk yang SD. Sedangkan untuk yang anak TK dan PAUD ditempatkan di balai desa,” imbuh Nita.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-lamongan”]
Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat 6 kecamatan di Lamongan yang tergenang banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero, salah satunya adalah Kecamatan Karanggeneng ini. Selain pemukiman warga, banjir juga merendam area tambah dan fasilitas umum seperti sekolah dan akses jalan poros.
Camat Karanggeneng, Mukti Agung menyampaikan, jumlah desa yang tergenang banjir di Kecamatan Karanggeneng ada 5 desa, meliputi Desa Mertani, Banjarmadu, Latukan, Sumberwudi, Kendalkemlagi dan Sungelebak. Ketinggian air di masing-masing desa pun cukup variatif.
“Banjir akibat luapan Bengawan Njero di Kecamatan Karanggeneng melanda 5 desa dengan ketinggian air bervariasi, sekitar 15 cm hingga 20 cm,” tutur Mukti.

Lebih lanjut, Mukti menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di tahun ini lebih parah dari tahun lalu yang hanya merendam jalan antar poros kecamatan saja. Tahun ini, sebut Mukti, banjir di Karanggeneng juga merendam pemukiman warga dan bangunan sekolah.
“Biasanya banjir tidak separah ini dan hanya merendam jalan poros saja, tapi tahun ini sampai ke rumah-rumah warga,” tandasnya.[riq/ted]






