Surabaya (beritajatim.com) – Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa agung dalam agama Islam. Lalu, kapan Isra Miraj 2023 diperingati?
Isra Miraj adalah peristiwa di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan menuju langit ke-7 dalam semalam.
Bagi pembaca beritajatim yang bertanya-tanya kapan Isra Miraj 2023 diperingati, berikut informasi tanggal perayaannya.
Peringatan hari Isra Miraj didasarkan pada penanggalan Hijriah, sehingga untuk versi tanggal kalender Masehi akan berubah-ubah setiap tahun.
Hari besar ini biasanya diperingati setiap bulan Rajab menurut kalender Hijriah. Melansir situs simbi.kemenag.go.id, Isra Miraj tahun ini jatuh pada 27 Rajab 1444 Hijriah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Tanggal tersebut bertepatan dengan hari Sabtu, 18 Februari 2023. Pada tanggl tersebut ditetapkan sebagai tanggal merah hari libur nasional Isra Miraj 2023.
Peringatan Isra Miraj dijadikan sebagai hari libur nasional berdasarkan SKB 3 Menteri. Namun tidak termasuk cuti bersama, tanggal tersebut hanya masuk libur nasional saja.
Agar semakin menghayati peristiwa Isra Miraj, berikut hikmah di balik peristiwa Isra Miraj.
Melansir NU Online, setidaknya ada tiga hikmah yang bisa diambil di balik peristiwa Isra Miraj. Sebab, segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti menyimpan hikmah di baliknya.
Pertama, syariat rasul-rasul terdahulu dihapuskan dan diganti dengan syariat Nabi Muhammad SAW. Saat peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi dan rasul terdahulu. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa nabi-nabi terdahulu tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW.
Kedua, keistimewaan Masjidil Aqsa bagi umat Muslim. Selama perjalanan Isra’, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan Nabi, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Karena itulah masjid ini sangat berarti dan disucikan bagi umat muslim.
Ketiga, pentingnya persoalan shalat bagi umat muslim. Malam Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung antara Allah SWT dengan Nabi Muhammad SAW, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam. (kai/nap)






