Pasuruan (beritajatim.com) – Durian khas Pasuruan, memiliki ciri khas khusus yang berbeda dari durian-durian daerah lain. Salah satunya, Durian khas Pasuruan memiliki rasa yang mirip dengan susu.
Jumadi, pria berusia 44 tahun ini sukses menjadi agen durian di tempatnya lahir. Namun cerita kesuksesannya ini tak didapatkannya secara instan, melainkan bermula dari penjualan dua buah durian yang diperoleh dari kebunnya sendiri.
Dari dua buah, saat ini Jumadi berhasil menjual 1.200 buah setiap harinya. Seringkali dirinya disibukkan saat para petani durian mendatangi kediamannya di Dusun Klitik, RT 02 RW 03, Desa Ambalsari, Kecamatan Pasrepan pada sore hari.
Bau durian yang semerbak menandakan para pembeli durian mulai berkumpul untuk memilih dan menjualnya kembali. Bahkan bagi penikmat durian, rela menempuh jarak puluhan kilometer dan melewati jalan berkelok untuk mendapatkan durian lokal khas Pasuruan.
“Pelanggan paling jauh itu ada yang dari Blitar ada juga Madura. Rata-rata yang kesini itu pecinta durian. Karena mereka penasaran dengan rumor durian Pasuruan itu berbeda, bahkan ada yang sampai habiskan uang Rp 2 juta untuk beli durian, itu gak dijual lagi tapi dimakan sendiri,” cerita Jumadi sambil memilah durian.
Selain durian Bali dan Riau, Pasuruan juga mempunyai beberapa jenis durian, diantaranya yakni durian jenis mentega yang mempunyai ciri daging berwarna coklat. Bahkan ada juga durian jenis melati yang dimana biji dari durian berwarna putih seperti melati.
[berita-terkait number=”5″ tag=”durian”]
Rasanya pun berbeda-beda, banyak yang bilang kalau durian khas Pasuruan memiliki rasa yang pahit tapi manis, ada juga yang mengatakan rasa durian seperti susu. Sehingga dinamakan durian susu yang juga merupakan durian lokal Pasuruan.
“Kalau durian yang kelas super itu dagingnya tebal, tapi bijinya kecil. Kalau saya sendiri sampai lupa nama-nama duriannya, yang suka beri nama itu ya pengunjung, jadi menirunya,” kata bapak tiga orang anak.
Tak hanya berjualan, bahkan Jumadi juga memberikan tips bagi para pembeli untuk memilih durian yang matang. Jumadi memberikan tiga tips agar para pembeli tidak tertipu saat membeli durian.
Tips yang pertama, jika ingin membeli durian yang segar dan matang di pohon yakni dengan cara menjilat tangkai bagian ujung durian. Jika terasa manis sudah dipastikan durian tersebut mempunyai rasa daging yang manis pula.
Lalu untuk tips selanjutnya yakni dengan mencium aroma durian, jika aroma durian tersebut menyengat, bisa diartikan durian itu sudah siap dikonsumsi. Namun jika aroma durian tersebut tidak ada bau khas, sudah dipastikan bahwa durian tersebut masih belum matang.
Selanjutnya yakni dengan cara mengetuk kulit durian dengan menggunakan pisau berukuran sedang. Jika durian yang sudah siap dimakan suara kulit durian akan berbunyi nyaring dan seakan tidak ada isinya. Namun jika suara kulit durian berbunyi berat atau padat, durian tersebut masih belum bisa dinikmati.
“Kalau di wilayah timur Pasuruan ini yang terkenal memang Desa Ambalsari, Kemiri, dan Tempuran. Kalau pelanggan beli langsung dirumah jelas lebih murah, kalo yang montong saya jual Rp 75 ribu sampai 150 ribu tergantung beratnya. Kalau yang ukuran sedang saya jual Rp 100 ribu dapat empat durian,” jelasnya sambil menyuguhkan durian dan segelas kopi. (ada/kun)






