Sidoarjo (beritajatim.com) – Resepsi Satu Abad NU sukses digelar di Gelora Delta 7 Pebruari 2023 lalu, dan dihadiri 4,5 jutaan warga nahdliyin dari berbagai daerah di Indonesia
Kesuksesan peringatan hari lahirnya NU tak lepas dari partisipasi masyarakat ‘gotong royong’ yang dikolaborasikan dengan banyak pihak bersama lintas ormas dan juga lintas keyakinan.
Partisipasi dan dukungan dari semua lapisan masyarakat ini terbilang sangat luar biasa, dan membuktikan masyarakat Sidoarjo bisa dikatakan memiliki modal sosial yang tinggi.
Namun di balik sifat ‘gotong royong’ masih menyimpan persoalan mendasar, yakni kasus stunting di Sidoarjo yang terus mengalami kenaikan.
Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Kabupaten Sidoarjo dalam rilis yang diterima beritajatim.com menyebutkan bahwa angka stunting di Kota Delta mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir.
Berikut angka prevalensi di Sidoarjo dari hasil survei Status Gizi Indonesia oleh Kemenkes RI.
STUNTING (pendek menurut umur)
Tahun 2021 = 14,8 %
Tahun 2022 = 16,1 %
UNDERWEIGHT (berat badan kurang menurut umur)
Tahun 2021 = 7,2 %
Tahun 2022 = 17,8 %
WASTING (kurus menurut tinggi badan)
Tahun 2021 = 5,4 %
Tahun 2022 = 9,6 %
OVERWEIGHT (berat badan lebih menurut umur)
Tahun 2022 5,6 %
“Dari data tersebut, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir status gizi masyarakat, utamanya stunting di Sidoarjo justru naik,” kata Ketua BKNU Sidoarjo Badruzzaman Selasa (14/2/2023).
Lanjut Badruz, fakta tersebut merupakan bagian dari cerminan ketidakmampuan kebijakan publik, khususnya dalam bidang kesehatan.
“Hal ini bisa jadi disebabkan rendahnya capability government dalam kebijakan publik Sidoarjo? Meski kebijakan ini ‘dikeroyok’ melalui instrumen dana desa?,” ungkap pria yang akrap disapa Sudrab tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sidoarjo”]
Nahdlatul Ulama dan Generasi Stunting
Pada titik ini, memanfaatkan modal sosial masyarakat Sidoarjo yang tinggi sebagaimana kesuksesan perhelatan Resepsi Puncak Satu Abad NU sebagai jalan keluar strategis implementasi kebijakan pengentasan ‘stunting’.
Bahkan, bagi NU Sidoarjo sendiri, untuk berupaya total di garda depan berpartisipasi mengatasi stunting ini.
Sebagai implementasi apa yang di gelorakan sebagai ‘Mendigdayakan NU’.
“Karena hipotesis secara sederhana, bagaimana NU bisa digdaya dengan generasi Stunting?.” tandasnya. [isa/but]







