Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengakui jika APBD Jember pada tahun 2021 dan 2022 belum diprioritaskan untuk penanganan sampah.
“Strategi anggaran kami pada 2021 dan pertengahan 2022 adalah perbaikan infrastruktur dan penerangan jalan umum. Bukan sampah, Sampah hanya sebagian kecil. Kenapa kok tidak sampah? Tidak cukup uangnya,” kata Hendy, dalam acara dialog publik mengenai sampah untuk memperingati Hari Pers Nasional yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Kamis (9/2/2023).
Menurut Hendy, pemkab menggelontorkan dana hampir Rp 1 triliun selama dua tahun untuk mengganti 31 ribu lampu penerangan jalan umum yang padam dan memperbaiki 1.200 kilometer jalan. “Jalan hancur lebur, dan itu mengancam nyawa warga kami. Bukan berarti kami mengesampingkan masalah sampah. Tapi kalau jalan sudah bagus semua, kami akan menghajar masalah sampah sekejap saja selesai. Kalau 20-30 persen APBD kita arahkan untuk masalah sampah, selesai semua. Gampang, menyiapkan infrastrukturnya sederhana,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”APBD-Jember”]
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 juga belum menyediakan prioritas untuk penanganan sampah. Ada persoalan lain yang menurut Hendy lebih butuh perhatian. Pertama, masalah pertanian. “Petani-petani kami masih kesulitan memperoleh pupuk. Sementara Jember sudah mendapatkan award dari gubernur sebagai daerah yang punya kedaulatan pangan. Kalau kita tak punya pupuk dan tak bisa membantu petani, kedaulatan kita justru hilang. Bukan masalah awardnya. Tapi nanti petani tidak mau lagi jadi petani, dan alih fungsi lahan sangat berbahaya untuk masa depan Jember,” katanya.
Persoalan kedua adalah pengendalian inflasi dan perbaikan gizi untuk nencegah tengkes atau stuntingm angka kematian dan bayi, serta kemiskinan ekstrem. “Oleh karena itu kami merasionalisasi anggaran kembali. Tujuannya untuk memfokuskan angka stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi, yang menurut survei instansi sebelah (Kementerian Kesehatan) angkanya meningkat,” kata Hendy. [wir/kun]






