Sumenep (beritajatim.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi realisasi bansos dari dana desa di Madura selama 12 bulan. Realisasi tersebut mampu melampaui capaian nasional.
“Di Madura ini dana desa digunakan untuk bansos. Setahun penuh masyarakat dapat bansos dari dana desa. Makanya realisasi dana desa di Madura ini di atas realisasi nasional. Ini luar biasa. Terima kasih sudah membantu masyarakat di desa-desa melalui dana desa,” katanya.
Sri Mulyani berada di Sumenep pada Kamis (2/2/2023) untuk memberikan kuliah umum di STKIP PGRI dengan tema Ketahanan ekonomi: Perspektif Nasional dan Global. Menkeu hadir di Sumenep bersama Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH. Said Abdullah.
“Dana desa itu merupakan bagian dari dana APBN yang diberikan langsung ke pemerintah daerah dalam bentuk transfer keuangan. Selain dana desa, transfer keuangan ke Pemda juga meliputi DAU, DAK, dan DBH,” terang Sri Mulyani.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Sumenep”]
Artinya, menurut Sri Mulyani, APBN juga hadir di Madura. Untuk tahun 2021, transfer keuangan ke seluruh pemda di Madura sebesar Rp6,57 triliun, tahun 2022 sebesar Rp7,04 triliun, dan 2023 sebesar Rp6,89 triliun.
“Dana itu tidak hanya digunakan untuk membayar gaji pegawai, tetapi juga untuk membangun infrastruktur, ketahanan pangan, bantuan langsung ke masyarakat, serta masih banyak item-item lain penggunaan dana dari APBN yang ditransfer ke daerah,” terangnya.
Sri Mulyani menyebut APBN membangun seluruh pelosok Indonesia. APBN juga disebut sebagai instrumen yang menahan merosotnya kegiatan perekonomian negara.
“Negara yang APBN-nya ‘sakit’, ekonominya pasti lemah. Alhamdulillah, negara kita perekonomiannya mulai bangkit pasca gempuran pandemi. Pertumbuhan perekonomian negara kita saat ini di atas 5 persen,” ucapnya. [tem/beq]






