Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah kabur selama hampir satu bulan, Polres Pasuruan baru menangkap dua orang tahanan yang kabur. Sebelumnya Polres Pasuruan telah kebobolan tujuh orang tahanan pada saat malam tahun baru.
Dua diantaranya sudah diamankan, yakni Jumadi yang diamankan di wilayah Sapulante, Kecamatan Pasrepan. Sedangkan satu lagi Sugiarto diamankan di rumah saudaranya wilayah Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Saat ini Polres Pasuruan kembali mengamankan dua orang tahanan yang kabur. Keduanya yakni Jainullah dan Dedi Yongki yang di Banyuwangi Jawa Timur.
Keduanya ditangkap setelah melakukan pesta seks di suatu lokalisasi kawasan Muncar. “Kami berhasil mengamankan DPO yang berada di dalam kosnya,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti, jumat (27/1/2023).
Farouk menambahkan bahwa DPO malamnya telah menyewa pekerja seks komersial (PSK). Keduanya menyewa PSK masing-masing dengan harga Rp 1 juta.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tahanan-kabur-pasuruan”]
Uang itu didapatkan DPO setelah melakukan empat tindakan kejahatan lainnya. Diantaranya yakni pencurian sepeda motor dan pencurian tas di sebuah klinik di Jember.
Sepeda motor yang dicurinya selama pelarian yakni Honda Scoopy yang dijual Rp 6,5 juta. Selama pelarian mereka berdua mampu mengumpulkan uang sebanyak Rp 27 juta.
“Saat ini kedua DPO masih kita periksa dan kembangkan. Keduanya juga sudah kembali ditahan di sel Polres Pasuruan,” tandasnya. (ada/ted)






