Gresik (beritajatim.com) – Pasar properti segmen premium masih menjanjikan kendati suku bunga Bank Indonesia (BI) masih dikisaran 4,75 persen. Kenaikan suku bunga berdampak pada sektor properti. Namun, hal itu tidak berlaku pada pengembang properti yang menggerakkan bisnisnya di wilayah Kabupaten Gresik.
Seperti yang dilakukan pengembang properti Citra Sari Regency (CSR) yang dikelola oleh Koperasi Keluarga Karyawan Petrokimia Gresik, atau K3PG.
Ketua K3PG Awang D.Bachtiar menuturkan, properti segmen premium di wilayah Gresik menjanjikan. Ini karena sektor tersebut masih menarik bukan hanya sebagai hunian melainkan juga untuk investasi.
“Sekarang properti masih menjadi pilihan masyarakat. Utamanya keluarga milenial yang belum memiliki rumah,” tuturnya, Jumat (27/01/2023).
Menurut Awang D. Bachtiar, alasan dipilih properti premium karena segmen yang dibidik berbeda. Terlebih lagi, potensi pasar di wilayah Kabupaten Gresik masih menjanjikan bila dibanding daerah lain. Pasalnya, harga tanah disini lebih prospek dibanding di Surabaya.
“Ada 48 unit yang kami tawarkan mulai tipe 60 sampai 70 dengan harga Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,7 miliar. Harga ini masih kompetitif dan tetap optimis dilirik oleh konsumen,” ujarnya.
Ia menambahkan, prospek pasar properti di Kabupaten Gresik akan terus menggeliat. Terlebih ada tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar) yang sudah terkoneksi ke tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Wacana pemerintah akan membangun tol Gresik-Tuban juga sangat menguntungkan bagi yang ingin berinvestasi di properti.
“Properti ini ibarat bukan hanya tempat huniannya saja. Tapi, asetnya juga menggiurkan karena harganya selalu naik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”properti”]
Sementara itu, Intan (27) salah satu keluarga milenial asal Kebomas mengatakan, dirinya tertarik berinvestasi properti. Pasalnya, lokasi yang ditawarkan sangat strategis. Tidak jauh dari Kota Gresik maupun exit tol Tol KLBM.
“Lokasinya cocok buat hunian keluarga milenial seperti saya. Apalagi tidak jauh dari exit tol maupun ke kota,” katanya.
Intan yang baru 4 tahun menikah sudah berunding dengan suaminya ingin memiliki hunian di tengah kota Gresik. Meski harganya masuk kategori premium.
“Memilik rumah bukan hanya hunian saja yang jadi prioritas. Tapi, investasi ke depannya seperti apa mengingat sektor ini masih menjanjikan,” pungkasnya. [dny/but]






