Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC secara resmi mengumumkan berakhirnya kerjasama dengan salah satu legiun asing, Kerim Palić, sekalipun sejatinya gelandang asal Bosnia and Herzegovina masih memiliki kontrak aktif bersama tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina menyampaikan keputusan tersebut diambil atas permintaan Kerim Palić sendiri karena alasan keluarga. Pemain berusia 28 tahun itu tetap menunjukkan komitmennya terhadap tim, namun kondisi keluarganya membuat ia tidak dapat melanjutkan karier profesionalnya di Pulau Garam Madura.
“Kerim sebenarnya masih memiliki kontrak aktif dan berkomitmen untuk melanjutkannya bersama kami. Namun ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan mengakhiri kontrak karena alasan keluarga,” kata Direktur Utama PT PBMB, Annisa Zhafarina, Senin (27/7/2026).
Perempuan yang akrab disapa Nisa mengungkap situasi musim ini berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya Kerim selalu datang bersama istri dan anaknya, kali ini ia datang seorang diri. Kerinduan mendalam terhadap keluarga, terutama sang anak yang masih kecil membuatnya sulit fokus menjalani aktivitas sebagai pesepak bola profesional.
“Berbeda dari biasanya di mana ia selalu memboyong anak dan istrinya ke Madura, kali ini Kerim datang seorang diri. Rasa rindu dan kekhawatiran mendalam terhadap keluarganya, terutama anaknya yang masih kecil, membuatnya tidak fokus dan memilih mundur,” ungkapnya.
Setibanya di Madura, Kerim langsung menemui manajemen untuk menyampaikan keputusan tersebut secara langsung. Proses perpisahan antara Madura United dengan Kerim Palić berlangsung baik dan penuh rasa saling menghormati.
“Kami berat hati karena perannya sangat penting bagi tim, tetapi ini tentang kemanusiaan dan kami sangat menghormati keputusannya. Ia datang secara langsung dan pamit secara baik-baik,” jelasnya.
Selama berseragam Madura United, sosok Kerim Palić menjadi salah satu pemain penting di lini tengah dan memberikan kontribusi besar bagi perjalanan tim di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, Super League. “Terima kasih, Kerim. Kontribusimu sangat luar biasa untuk Madura United, sampai jumpa di lain waktu. Semoga sukses dan yang terbaik untukmu serta keluarga,” pungkasnya.
Dengan keluarnya Kerim Palić, total tersisa 10 pemain asing dalam skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu yang dipersiapkan untuk kompetisi mendatang. Masing-masing dua pemain dj posisi bek, yakni Jorge Ambrosio Mendonça (Brasil), dan Pedro Filipe Tinoco Monteiro (Portugal),
Lima pemain di posisi gelandang, yakni Iran da Conceição Gonçalves Júnior (Brasil), Jordy Wehrmann (Belanda), Juan Danilo Santacruz González (Paraguay), Luiz Marcelo Morais dos Reis (Brasil), Paulo Domingos Gali da Costa Freitas (Timor Leste),
Serta tiga lainnya merupakan pemain asing yang berposisi sebagai penyerang, yakni Dimitar Georgiev Mitkov (Bulgaria), Jesey Wehrmann (Belanda), dan Joâo Pereira Albertine (Guinea-Bissau).
Tanpa kehadiran Kerim Palić, total terdapat sebanyak 30 pemain yang dipersiapkan tim menghadapi Super League musim depan, meliputi sebanyak 5 pemain di posisi kiper, 10 pemain di posisi bek, 10 pemain di posisi gelandang, serta 5 pemain lainnya di posisi penyerang. [pin/but]






