Malang (beritajatim.com) – Ketua Umum GP Ansor sekaligus Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menghadiri langsung Apel Merah Putih 10 Ribu Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Malang, Minggu, (22/1/2023) di Stadion Kahuripan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang ini, sekaligus menandai perayaan Satu Abad Nahdlatul Ulama. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang Sanusi dan Ketua PC NU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili.
Dua Anggota DPR RI dapil Malang Raya hadir pada Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang. Diantaranya, dari PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo dan dari PKB Hasanuddin Wahid.
Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser juga diikuti Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM dan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang Fatkhurrozi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ansor”]
Kasatkornas Banser, Hasan Basri Sagala, memimpin langsung Apel Merah Putih 10.000 Kader Ansor dan Banser dari 33 kecamatan se Kabupaten Malang.
Pada kesempatan Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang, juga dibacakan ikrar komitmen dalam memerangi paham Radikalisme, intoleran, tidak melakukan eksploitasi isu sara dan melarang politik identitas.
Dalam sambutannya, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang Fatkhurrozi menjelaskan maksud serta tujuan digelarnya Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang.
“Ansor dan Banser Kabupaten Malang merupakan kader militan. Terutama dalam hal mejaga NKRI dari paham radikal dan intolerans. Kami juga akan mengawal para kiyai dan alim ulama,” ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi.
Sementara itu, Ketua PC NU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili mengaku bangga kepada kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang. “Saya bangga terhadap kalian, karena rela berpanas-panasan mengikuti apel ini,” tegss Gus Hamim.
Gus Hamim menerangkan, seluruh Kader NU akan menghadiri puncak Satu Abad NU di GOR Sidoarjo. Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa ini merupakan baru sebagian kekuatan Banser Kabupaten Malang.
“Apabila kekuatan Banser Kabupaten Malang dikerahkan, maka akan membawa kedamaian tidak hanya Kabupaten Malang. Melainkan diwujudkan seluruh wilayah Jawa Timur,” ucapnya.
Ditempat sama, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi digelarnya kegiatan akbar tersebut.
“Alhamdulillah sahabat sekalian telah melaksanakan Apel merah putih 10 ribu Ansor dan Banser Kabupaten Malang. Ini sebagai pemanasan puncak peringatan Satu Abad NU di Sidoarjo, nanti” ujar Gus Yaqut Cholil Qoumas.
Gus Yaqut menguraikan, Presiden Soekarno mendukung Nahdlatul Ulama. “Pada tahun 1962 Bung Karno mengatakan, Meskipun harus datang merayap saya akan datang ke Muktamar Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Gus Yaqut menjelaskan, Banser merupakan kader terlatih. “Sahabat dilatih bukan untuk gagah-gagahan. Melainkan gagah sebenarnya dalam menjaga NKRI, Kiyai dan Ulama,” tuturnya.
Dia menegaskan, Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang harus taat para Kiyai. “Karena ini sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Hadratus Syekh KH Hasim Asyari,” ucapnya lagi.
Gus Yaqut juga berpesan kepada seluruh Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang untuk mengikuti sekaligus mendukung langkah Ketum Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa sekaligus Gubernur Jatim. “Jangan kita mengkhianati ibu kita, dalam NU ibu kita adalah Muslimat. Karena saya instruksikan seluruh Kader agar mengikuti sekaligus mendukung Ibu Khofifah,” jelasnya.
Pada awal media, Gus Yaqut mengapresiasi Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang. “Ini luar biasa ya (Apel 10 Ribu Kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang),” ucapnya singkat. (yog/kun)






