Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah membahas kerjasama menarik dengan King’s College London (KCL). Kedua pihak akan mengembangkan Center for Future Works (CFW) dan Center of Excellence (CoE).
Hadir acara Selasa (25/6/2024), Dr. Helen Bailey Deputy Vice President Global Business Development KCL. Ia menerangkan banyak aspek yang bisa dikerjasamakan.
“UMM juga akan mengembangkan program CoE dan CFW di kawasan yang sama yakni Kawasan Ekonomi Khusus Singosari sehingga akan memudahkan kolaborasi kedepan. Misalnya saja workshop, kegiatan mahasiswa, dan lainnya,” ungkap Helen.
Pihaknya mengaku sudah mendapatkan izin untuk mendirikan KCL di KEK Singhasari. Kampus ini diluncurkan cabang KCL pada September nanti. “Semoga masing-masing universitas bisa saling mendorong untuk bisa menjadi lebih baik,” tutupnya.
Sementara itu, pihak UMM yang dalam hal ini Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. mengatakan hadirnya KCL di Malang bisa menjadi pemicu bagi universitas lain untuk meningkatkan kualitas. Bukan hanya menjadi kompetisi antar perguruan tinggi, melainkan dari aspek kerjasama dan mitra antar universitas.
“Kebijakan pemerintah untuk membuka pendidikan asing di Indonesia ini memiliki tujuan positif. Tidak hanya kompetisi, tapi juga bisa menjadi wadah kolaborasi. Maka UMM dan KCL ingin membuktikan itu, menjadi mitra yang saling memberikan pengaruh baik,” ungkap Salis.
Pengembangan dan investasi program UMM di KEK Singhasari juga memiliki alasan kuat untuk fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Ini sejalan dengan visi UMM yang ingin menyediakan SDM dengan skill masa depan.
Salah satunya melalui CFW dan CoE. Nantinya, kedua pusat ini akan menjadi program yang akan sangat strategis. Menurutnya, kerjasama KCL dengan UMM, tentu akan ada banyak.
“Misalnya saja kerjasama riset atau pengembangan obat. Karena KCL kan terkenal dengan nersnya yang bagus, sementera UMM juga sudah memiliki rumah sakit yang mumpuni dan berprestasi,” tutupnya.
Terpisah melalui unggahan instagram Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut mengapresiasi kehadiran KLC di Malang. Menurutnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari yang menjadi KEK Pendidikan pertama di Indonesia dengan menghadirkan King’s College London yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia dengan peringkat top 40 berdasarkan QS World University Rankings.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, KEK Singhasari serta King’s College London atas terbitnya izin pendirian kampus King’s College London di KEK Singhasari. Ini menjadi modal besar bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Proses pendirian Kampus King’s College London diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara KEK Singhasari bersama King’s College London tentang Penyelenggaraan Pendidikan Transnational Education pada 23 Oktober 2023. Kemudian, ditindaklanjuti kunjungan Dominic Jeremy Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste ke KEK Singhasari pada 13 Desember 2023.
“Pada tanggal 20 Juni 2024 telah dilakukan Penyerahan Izin Pendirian Kampus Cabang King’s College London di KEK Singhasari kepada Yayasan King Singhasari Indonesia berupa Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No 238/E/O Tahun 2024,” lanjutnya melalui Instagram.
Pengajarannya akan dimulai September 2024, tahun pertama, King’s College London akan berfokus pada penyelenggaraan pendidikan program Master Degree dengan menawarkan 2 program studi. Pertama, MSc Digital Economy dan MSc Digital Future dengan kapasitas sebanyak 100 mahasiswa dan ditargetkan sebanyak 700 mahasiswa hingga tahun 2029.
Selanjutnya secara bertahap akan dikembangkan program baru berupa MSc Digital Law (tahun ke-3), MSc Psykology (tahun ke-4), dan MSc Cyber Security (di tahun ke-5). “Kolaborasi KEK Singhasari bersama King’s College London serta instansi Pemerintah diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tutup Khofifah. [dan/beq]






