Jember (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kencong menyarankan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMINU) agar menggarap sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Ketua PCNU Kencong Zainil Ghulam menyebut BUMINU langkah kemandirian warga nahdliyyin. “Kami sangat mendukungnya. BUMINU ini kan ada manajemennya sendiri. Profesional dalam pengelolaannya. Murni bisnis. Kalau sudah berjalan PCNU Jember dan Kencong baru akan dilibatkan,” katanya, ditulis Minggu (22/1/2023).
Ghulam berharap BUMINU tak hanya beroperasi di kawasan perkotaan, tapi juga di tingkat kecamatan hingga ranting NU di desa. “Jadi seluruh potensi warga NU kita manfaatkan dengan baik dalam pengembangan bisnis dan ekonomi,” katanya.
Banyak yang bisa dikerjakan BUMINU. “Kalau di wilayah selatan Jember, ada Puger dengan pengolahan ikan dan sumber daya laut, ada buah seperti semangka dan sebagainya. Ini nanti bisa dikelola BUMINU,” kata Ghulam.
Sebelum 7 Februari, BUMINU sudah harus kelar sehingga bisa beroperasi. “Sementara ini pilot project ada di Jember. Di Kencong belum ada. Tapi andaikata BUMINU di Jember sudah berjalan, kalau di Kencong ada tinggal switch.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bumnu”]
Warga NU jangan sambat, jangan bawa proposal ke mana-mana. Mari bekerja sama yang bermartabat. Sama-sama menguntungkan dalam bentuk program-program yang ditularkan sampai ke tingkat ranting,” kata Ghulam.
Nilai investasi BUMINU di Jember sekitar Rp 12,5 – 15 miliar. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Yahya Cholil Staquf, BUMNU adalah kerja sama beberapa pihak. BUMINU adalah model bagi NU dalam menggunakan jaringan untuk mempengaruhi dinamika pasar yang strategis di masyarakat.
BUMINU nantinya akan diurus oleh tenaga profesional tanpa campur tangan dari pengurus NU setempat. NU nantinya akan memperoleh bagian dari keuntungan, karena punya saham. [wir/ted]






