Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin rangkaian kegiatan Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini digelar selama sepekan. Ia ingin mengintegrasikan JFC dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan wisata transportasi.
“Kita akan bawa JFC ke UMKM dan pariwisata. Mereka (wisatawan) yang datang untuk menyaksikan JFC akan kami tawarkan paket-paket. Saya sudah kasih tahu teman-teman JFC,” kata Hendy, ditulis Sabtu (21/1/2023).
Hendy ingin agar JFC menawarkan program yang membuat wisatawan tak hanya menyaksikan karnaval, namun juga terlibat, mulai dari pembuatan kostum hingga menjadi peserta. “Semua diajari jadi paket. Ada edukasi dan itu berbayar. MisalkanL sewa baju atau diajari berjalan di catwalk. Nanti kami sinergikan dengan kunjungan ke lokasi-lokasi pariwisata. Maka itu saya minta waktunya (penyelenggaraan JFC) agak panjang,” katanya.
Hendy sebenarnya minta rangkaian kegiatan JFC berlangsung sepuluh hari. “Nanti saya kasihkan free angkutan bus berkeliling. Nanti kami akan kasih list paket kepada mereka (wisatawan). Nanti juga kita libatkan teman-teman angkutan pariwisata, dengan Mbak Hasti (Hasti Utami, penggagas Angkutan Sultan). Angkutan Sultan lin kuning itu akan kita maksimalkan kembali,” katanya.
“Termasuk nanti ada JKCI, Jember Kota Cerutu Indonesia. Ini waktunya sepuluh hari, supaya transaksinya lebih panjang. Tahun ini penyelenggaran kelima. Nanti Jember Coffee Center juga ada sendiri. Saya minta teman-teman kalau buat event, waktunya agak lama,” kata Hendy.
Kegiatan-kegiatan tersebut juga tidak akan terkonsentrasi pada Agustus 2023. “JKCI pada Juli. Agustus sudah banyak kegiatan,” kata Hendy.
Digagas pada 2002 oleh Dynand Fariz, sejak awal JFC dikonsep berbeda dibandingkan karnaval umumnya di Indonesia. JFC digelar dengan defile model di jalanan sepanjang 3,6 kilometer, yang bertitik awal di alun-alun. JFC membuka pintu bagi warga biasa untuk tampil menjadi model dengan busana kreasi mereka sendiri. Tak perlu berpengalaman sebagai model atau desainer di dunia fesyen.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jfc”]
Karnaval perdana digelar pada 1 Januari 2003 tanpa tema utama. Hanya ada tiga defile, yakni Cowboy, Punk, dan Gypsy. Pertunjukan kedua digelar pada 30 Agustus tahun yang sama, dengan menampilkan lima defile bertema pakaian Arab, Maroko, India, China, dan Jepang. Tema utama mulai digunakan pada JFC 4 pada 2005. Dynand mengambil tema besar Discover The World yang menampilkan delapan defile.
JFC pun menjadi ‘merek’ Kabupaten Jember. Kota ini menjadi daerah ketujuh dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kunjungan wisata cukup tinggi pada 2011. Sedikitnya 250 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya datang ke Jember untuk melihat JFC. [wir/but]






