Bojonegoro (beritajatim.com) – Pencarian hari kedua bocah tenggelam di Sungai Bengawan Solo, turut penambangan perahu tradisional jurusan Sranak – Ledok Kulon berakhir. Hingga pukul 17.00 WIB, pencarian hari kedua belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan besok.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Agus Purnomo mengatakan, pada pencarian hari kedua Tim SAR memperpanjang jangkauan pencarian. Pada hari pertama hanya dilakukan penyisiran sepanjang 5 km. Kemudian hari kedua hingga 10 km.
“Ada sebanyak 86 personel baik dari Basarnas, BPBD, Dishub, dan potensi relawan lain yang melakukan pencarian, serta menggunakan 5 perahu karet,” ujarnya, Rabu (11/1/2023).
Menurut Agus, karena pencarian belum membuahkan hasil maka akan dilanjutkan Ops SAR hari ketiga. Beberapa kendala yang dialami dalam proses pencarian yakni, arus bawah sungai Bengawan Solo yang deras serta banyak sampah yang mengalir.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bocah-tenggelam”]
“Sesuai SOP Ops SAR dilakukan selama tiga hari dan akan berembug dengan muspika dan pihak keluarga. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika diketahui survivor maka akan dievaluasi bersama-sama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, bocah berusia 3 tahun yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo atas nama Muhammad Dafa Saputra itu terjadi saat ia bersama orangtuanya, Hartono, Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro bermaksud ke kota dengan menggunakan perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo.
Saat perahu penyeberangan sudah melaju, korban memainkan starter motor dan menarik gas hingga terjatuh ke sungai. Saat itu juga, orang tua korban yang juga turut tebawa motor yang jatuh dari perahu penyeberangan berhasil diselamatkan oleh pengemudi perahu. Namun, untuk korban sendiri tidak bisa diselamatkan dan hilang. Bocah itu tenggelam terbawa arus. [lus/suf]






