Gresik (beritajatim.com) – Kasus kekerasan pada dunia pendidikan terjadi di Gresik. Kali ini dialami empat siswi MTs Nurul Islam Gresik. Akibat kejadian itu, yayasan sekolah memberhentikan kepala sekolah yang berinisial AN. Tindakan yang dilakukan pengurus yayasan dimaksudkan agar korban dan siswa lain bisa belajar dengan tenang.
Ketua Yayasan Nurul Islam, Ali Muchsin menyesalkan insiden tersebut. Aksi pemukulan kepada belasan siswi dilakukan pada Selasa (3/1) kemarin.
“Siswi yang dihukum cuma masalah sepele. Membeli jajan di kantin SMK yang lokasinya masih satu lingkup dengan sekolah kami. Namun, kepala sekolah berinisial AN itu tidak terima dan menghukum para muridnya dengan menampar sampai pingsan,” ujarnya, Kamis (5/01/2023).
Pihak yayasan lantas bersikap tegas dengan memberhentikan kepala sekolah dan menunjuk Wakil Kepala Sekolah Mufidah sebagai Plt.
“Kami sudah mendatangi wali murid yang melapor ke kepolisian dan sudah saling memaafkan. Namun, proses selanjutnya kami berharap bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Untuk menghilangkan trauma pada siswi yang mengalami kekerasan, pihak yayasan sekolah akan mendatangkan psikolog.
Sekadar diketahui, kasus ini mencuat setelah orang tua korban tidak terima. Putrinya dihukum disuruh berbaris karena ketahuan jajan di kantin SMK bukan di kantin MTs. Mereka dipukul kepalanya di sebuah ruangan. Empat siswi di antaranya jatuh pingsan usai menerima pukulan keras dari kepala sekolah berinisial AN. [dny/but]






