Surabaya (beritajatim.com) – Nama bulan pada kalender masehi yang kita gunakan sebagai penanggalan resmi, ternyata ada asal muasalnya.
Apa sejarah dan asal muasal nama bulan dalam masehi? Pertanyaan ini terkadang muncul dalam diskusi santai atau akademik.
Artikel ini akan membahas setiap bulan pada kalender masehi dan mencoba menjawab beberapa pertanyaan mendasar: asal muasal nama, mengapa tahun dimulai pada bulan Januari dan lainnya.
Asal Muasal Nama Bulan pada Kalender Masehi
1. Asal Muasal Nama Bulan Januari
Januari berasal dari Janus, yakni nama dewa awal dan akhir Romawi. Janus menjaga pintu dan gerbang, yang jika dinalar cocok untuk bulan tahun baru.
Janus sering digambarkan dengan dua wajah, satu melihat ke depan dan yang lainnya melihat ke belakang. Hal inilah yang memberi gambaran sebab Januari yang paling akhir ditambahkan ke kalender masehi. Yang mana awalnya hanya ada sepuluh bulan dan dimulai pada bulan Maret.
2. Asal Muasal Nama Bulan Februari
Februari berasal dari penamaan festival pemurnian Romawi yang disebut februa. Festival ini terjadi sekitar tanggal lima belas pada bulan yang sama.
Februa secara harfiah berarti “bulan pembersihan”. Sebutan ini juga pas mengingatkan bajwa Februari pernah menjadi bulan terakhir dalam setahun.
“bulan pembersihan” bermakna baik untuk mengucapkan selamat tinggal pada yang lama dan mengantarkan yang baru.
3. Asal Muasal Nama Bulan Maret
Bulan ini dinamai Maret karena berasal dari nama dewa perang Romawi, Marsh. Di Roma kuno, perang dihentikan pada saat perayaan antara tahun lama dan tahun baru.
Karena bulan Maret dulunya adalah bulan untuk awal tahun, maka perang juga dimulai kembali pada bulan itu. Menurut beberapa sumber, saat itu pada bulan maret masuk musim yang hangat dan sejuk, sehingga kepentingan perang pun berjalan dengan baik.
4. Asal Muasal Nama Bulan April
Ada beberapa teori berbeda tentang asal muasal nama bulan April. Beberapa percaya bahwa April berasal dari bahasa Latin apero, yang berarti “kedua”, karena april pernah menjadi bulan kedua dalam setahun kalender.
Sementara yang lain mengatakan, april berasal dari kata Latin lain, aperire, yang berarti “membuka”. Kata ini menunjukkan pembukaan kuncup dan bunga selama musim semi. Ada lagi yang mengklaim bahwa April dinamai sesuai nama Aphrodite, dewi cinta, kecantikan, dan prokreasi Yunani.
5. Asal Muasal Nama Bulan Mei
Nama bulan Mei berasal dari nama dewi Yunani, yakni Maia. Dewi Maia memiliki seorang putra, bernama Hermes, dengan dewa Zeus. Dia adalah dewi bumi dan dewi pertumbuhan.
Sebab inilah bulan Mei diambil dari namanya, karena pada waktu itu, bulan Mei identik dengan bulan musim semi.
6. Asal Muasal Nama Bulan Juni
Juni, atau June dalam bahasa Inggris berasal dari nama Juno, istri Jupiter dan ratu para dewa. Juno dalam mitologi Yunani adalah seorang pelindung persalinan dan pernikahan, yang cocok untuk bulan yang paling populer untuk pernikahan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
7. Asal Muasal Nama Bulan Juli
Juli adalah bulan kelahiran Julius Caesar, ketetapan nama bulan Juli dilakukan setelah kematiannya pada tahun 44 SM.
Sebelumnya, Juli disebut “Quintilis”, yang merupakan bahasa Latin untuk “kelima”. Hal ini mengacu pada kalender awal, dengan tahun penanggalan dimulai pada bulan Maret, Juli adalah bulan kelima.
Juli juga merupakan bulan pertama yang dinamai menurut nama orang sungguhan, bukan dewa Romawi atau Yunani.
8. Asal Muasal Nama Bulan Agustus
Agustus adalah satu-satunya bulan lain yang dinamai menurut tokoh sejarah, Augustus Caesar, yang merupakan keponakan Julius Caesar dan kaisar pertama Roma. Sama seperti Juli, Agustus sebelumnya disebut “Sextilius”, yang berarti “keenam”.
Agustus adalah warisan Kaisar Augustus yang akhirnya memunculkan kata sifat agustus, yang berarti “dihormati dan mengesankan”. Selain itu, Juli dan Agustus sama-sama diberi waktu tiga puluh satu hari untuk mencerminkan pentingnya para pemimpin yang mereka wakili.
9. Asal Muasal Nama Bulan September Oktober November Desember
Bulan September, Oktober, November, dan Desember berasal dari kata Latin septem, octo, novem, dan decem, yang berarti “ketujuh”, “kedelapan”, “kesembilan”, dan “kesepuluh”.
Meskipun kalender sekarang membuat nama itu tidak cocok, namun pada kalender awal sebelum penambahan Januari dan Februari, bulan tersebut memang merupakan bulan ketujuh, kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bulan”]
Sumber Nama Bulan Dalam Masehi
Nama-nama bulan semuanya berasal dari tiga sumber: dewa Yunani dan Romawi, penguasa Romawi, dan angka.
Menariknya, meskipun Julius Caesar menjadikan Januari sebagai bulan pertama tahun Masehi dengan penerapan Kalender Julian pada 709 SM, banyak tempat di dunia terus merayakan Tahun Baru pada bulan Maret selama berabad-abad.
Nyatanya, Inggris dan koloni Amerika merayakan tahun baru pada hari ekuinoks musim semi hingga tahun 1752, hampir dua ratus tahun setelah sebagian besar negara barat mengadopsi Tahun Baru pertama Januari sesuai dengan penerapan kalender Gregorian oleh Paus Gregorius (yang masih menjadi kalender yang paling banyak digunakan saat ini). (ian)






