Surabaya (beritajatim.com) – Seorang wanita berusia 24 tahun dari Gujarat berusaha keras untuk menyatakan cintanya kepada pacarnya. Sebuah laporan Times of India menyatakan bahwa ketika pacarnya sedang berlibur di Uttarakhand, dia mencoba mengikuti ujian menggantikannya.
Dia duduk di tes B.Com tahun ketiganya sebagai kandidat tirua saat pacarnya dilaporkan sedang berlibur di Uttarakhand.
Tes diadakan pada bulan Oktober tahun ini, dan panitia Fair Assessment and Consultative Team (FACT) mengatakan kepada sindikat Veer Narmad South Gujarat University (VNSGU) bahwa mereka harus dihukum.
Menurut pejabat yang dikutip di artikel berita, wanita dan pria itu sudah saling kenal sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar.
Untuk memasuki ruang ujian, dia memodifikasi tiket aula di komputer, membuat yang baru, dan menggunakannya.
Dia secara halus mengubah ejaan namanya dan kemudian menempatkan fotonya di lorong, bukan fotonya. Seorang dosen di universitas tersebut mengatakan bahwa meskipun pengawas berganti setiap hari dan tidak mengenal nama setiap mahasiswa, mereka tetap melakukan verifikasi kehadiran dengan mencermati pass hall mahasiswa.
Siswa lain secara terbuka mengidentifikasi wanita tersebut dengan mengatakan bahwa seorang pria biasanya tidak akan duduk di kursi tertentu pada hari itu.
Menyusul penemuan wanita tersebut, panitia menelepon pacarnya yang mengaku sedang berada di Uttarakhand pada saat kejadian. Setelah dia melakukannya dengan buruk di B.Com tahun ketiganya. ujian, pacarnya diduga mencoba mengambilnya untuknya.
Masa depan wanita itu tampak suram setelah semua ini. Jika VNSGU mengikuti tindakan disipliner yang disarankan FACT, gelar B.Com-nya mungkin dibatalkan dan dipecat dari pekerjaannya di pemerintahan.
Menurut Snehal Joshi, ketua panitia FACT, hukuman terberat bagi pelamar yang curang adalah pembatalan gelar mereka.
Joshi mengatakan bahwa siswa yang sebenarnya mungkin menghadapi larangan pengecualian tes selama tiga tahun jika universitas menerapkan hukuman terberat yang diizinkan karena hasil siswa yang sebenarnya sebelumnya.
Warganet pun banyak berkomentar, “Aku bisa saja menerima alasan, jika pacarnya sakit atau terjadi kegawatan lainnya, tapi dia bahkan pergi liburan, sungguh luar biasa!”
“Apakah anda disini korban? atau tidak sadar bahwa anda korban manipulasi pasangan?”
“Perempuan itu terlalu polos.” [adg/beq]






