Magetan (beritajatim.com) – Hampir sepekan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini membuat pohon, terutama di sepanjang jalan tembus Sarangan-Tawangmangu rawan tumbang.
Dalam dua hari belakangan, sudah ada dua pohon tumbang di jalan yang menghubungkan provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah itu.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan jika ada pohon tumbang yang menutup jalan tembus. Namun, semua sudah dievakuasi.
Menurut dia, ada beberapa titik yang rawan pohon tumbang di sepanjang Jalan Tembus karena pohonnya menggantung atau tanah pijakan sudah longsor.
“Benar pada Minggu (25/12/2022) ada pohon tumbang tepatnya di dekat Jembatan Bancolono masuk Desa Ngancar, Plaosan, Magetan. Kemudian, pada Senin (26/12/2022) ada tiga pohon jenis pinus dengan diameter masing-masing 60 cm, 100 cm, 120 cm tumbang sehingga menutup 100 persen akses Jalan Raya Cemoro Sewu-Sarangan masuk wilayah Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan,” kata Eka.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Magetan”]
Dia membenarkan pihaknya sudah menandai beberapa kawasan yang rawan pohon tunbang. Mayoritas di atas kawasan Lawu Green Forest atau di kawasan yang tidak dengan lokasi wisata. Dia mengimbau pengguna jalan agar waspada.
“Kami meminta pengguna jalan agar waspada. Saat hujan deras apalagi ada angin sebaiknya berteduh dulu. Dikhawatirkan nanti ada tanah longsor atau pohon tumbang. Seperti yang kita tahu, kawasan Jalan Tembus itu ads di pegunungan yang banyak tebing dan pepohonan,” katanya.
BPBD dalam hal ini terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem, juga waspada saat melintasi jalan yang berpotensi longsor dan pohon tumbang.
Apabila terdapat kejadian serupa ataupun bencana lainnya dapat menghubungi nomor pelayanan BPBD Kabupaten Magetan. [fiq/beq]






