Surabaya (beritajatim.com) – Setiap manusia tentu memiliki sesuatu untuk dipikirkan, entah itu masalah pekerjaan, masalah keuangan, karir, bisa juga masalah sosial dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Ada yang hanya berpikir sekilas namun setelahnya akan bersikap cuek, namun ada juga yang memikirkannya secara terus menerus dan berlebihan, yang mana biasa disebut dengan overthinking.
Meski hanya berada di pikiran, namun sikap overthinking ini juga bisa memberi dampak buruk apabila kalian tidak bisa mengatasinya. Selain berdampak pada kesehatan mental, rasa khawatir, gelisah, dan pikiran yang berlebihan ternyata juga bisa mempengaruhi kesehatan tubuh.
Apa saja yang terjadi? Berikut penjelasannya!
1. Kinerja Otak Terganggu
Salah satu organ tubuh yang jelas terkena dampak buruk dari overthinking adalah otak. Ini karena kortisol bisa merusak dan membunuh sel – sel otak pada hipokampus yang berfungsi untuk mengolah memori dan emosi yang terkait. Selain itu, overthinking dan stress yang kronis dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan konektivitasnya. Hal ini bisa mengakibatkan gejala yang lebih parah seperti gangguan kecemasan, dan kehilangan konsentrasi.
2. Gangguan Tidur atau Insomnia
Terus menerus memikirkan masalah akan membuat otak tidak berhenti untuk aktif bekerja. Terlebih di malam hari, karena banyak orang mengatakan jika waktu – waktu sebelum tidur merupakan waktu yang tepat untuk berpikir.
Padahal, kebiasaan tersebut memiliki akibat yang buruk. Kalian jadi kesulitan tidur, mengalami insomnia, yang akan membuat kalian kelelahan ketika beraktivitas keesokan harinya. Ini tentu akan membuat kualitas tidur menjadi menurun.
3. Memengaruhi Sistem Pencernaan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, stress akibat overthinking akan merangsang produksi hormon kortisol. Hormon ini akan memicu naiknya asam lambung dan bisa mengakibatkan kalian kehilangan nafsu makan, berujung pada maag, GERD, dan diare.
Selain itu, beberapa masalah pencernaan yang bisa menjangkit kala stress adalah radang usus, sindrom iritasi usus besar, perubahan motilitas saluran cerna dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus dan perubahan mikrobiota usus.
4. Fungsi Jantung Menurun
Khawatir berlebihan ternyata berbahaya untuk kesehatan kardiovaskular. Tidak heran jika kalian yang sering overthinking juga akan sering merasakan sakit di dada dan pusing. Terlebih jika kalian sudah berada pada tahap depresi, insomnia, dan penyalahgunaan zat yang bisa memperparah keadaan jantung.
5. Merusak Kulit
Jangan salah, overthinking tidak hanya mengganggu kinerja organ dalam tubuh, namun juga luar tubuh, yakni kulit. Stres akan berakibat pada peradangan tubuh yang menyebabkan flare-up pada kulit sehingga aka nada beberapa gangguan yang menghampiri kulit, seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia, areata dan dermatitis seboroik.
6. Daya Tahan Tubuh Melemah
Hormon kortisol akibat stress karena overthinking juga bisa membuat daya tahan pada tubuh melemah. Inilah yang menyebabkan kalian lebih mudah terserang penyakit seperti batuk dan pilek. Meski terdengar seperti penyakit ringan, namun masa penyembuhannya akan lama apabila kalian masih dalam kondisi pikiran yang kacau.
Jika kalian mengalami overthinking dan tidak bisa mengatasinya secara mandiri, ada baiknya untuk segera pergi ke ahlinya untuk mendapat penanganan. (mnd/ian)






