Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 24 sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Jember menerima bantuan alat olahraga dan pelatihan dari Pemerintah Provinsi Jatim.
Pemerintah harus memberikan perhatian kepada pembinaan sepak bola usia dini.
Bantuan diserahkan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur Fitri Rahmawati dan difasilitasi anggota DPRD Jawa Timur Satib, di Jalan Teuku Umar, Kabupaten Jember, Rabu (14/12/2022).
“Program ini adalah upaya intervensi terhadap perkumpulan olahraga di Jawa Timur. Perkumpulan olahraga adalah salah satu komponen penting sebagai pemantik dan daya ungkit untuk meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat Jawa Timur,” kata Rahmawati.
Satib senang pembinaan sepak bola mendapat perhatian dari Pemprov Jatim. “Jember dan Lumajang memiliki banyak SSB. Kalau di Jember belum ada perhatian dari pemerintah, mudah-mudahan bantuan ini bisa menular ke SSB yang lain,” katanya.
Satib mengaku cukup lama bersentuhan dengan sepak bola. “Tapi dari tahun ke tahun saya prihatin dengan sepak bola kita. Semalam kita melihat semifinal Piala Dunia antara Argentina melawan Kroasia. Jumlah penduduk Argentina hampir sama dengan jumlah penduduk Jawa Timur sekitar 45 juta orang. Kroasia jumlah penduduknya cuma empat juta. Ibarat Jember ditambah Lumajang dan Bondowoso. Tapi sepak bola mereka luar biasa,” katanya.
Dengan jumlah penduduk yang berlipat-lipat lebih banyak, Satib heran, sepak bola di Indonesia masih berjalan di tempat. “Cari orang sebelas kok tidak bisa. Apanya yang salah? Saya tidak ingin cari yang salah dan benar. Tapi saya berpikir olahraga tidak bisa instan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-jatim”]
Semua cabang olahraga membutuhkan pembinaan usia dini. Satib selama ini mencoba mendukung dengan membantu pembiayaan untuk 50 klub sepak bola antarkampung (tarkam) yang berada di bawah naungan Bolo Haji Satib (BHS). “Tahun depan sebelum hari raya kami akan menggelar turnamen untuk klub-klub yang berada di bawah naungan BHS,” katanya.
“Kami bukan hendak menyaingi PSSI, tapi justru berkontribusi ingin membantu Asosiasi Sepakbola Kabupaten Jember menciptakan bibit unggul. Kalau ada pemain yang layak, silakan diambil. Saya tidak akan ikut campur,” kata Satib. [wir/ted]






