Sampang (beritajatim.com) – Silvi, pelajar SD kelas VI yang tinggal di Madura ini harus menjalani hidup dengan keterbatasan. Sejak berusia 3 tahun, Silvi ditinggal wafat oleh bapaknya. Kini dia tinggal bersama ibu dan ketiga saudaranya.
Saat berusia 5 tahun, Silvi mengidap penyakit yang membuat kakinya harus di amputasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Yanuar Dwi Kurniawan selaku Manajer LMI Area Madura Raya mengatakan meskipun Silvi mempunyai keterbatasan fisik, akan tetapi dia memiliki semangat yang tinggi untuk meraih cita – citanya.
“Ketika berangkat ke sekolah biasanya Silvi berjalan kaki menempuh jarak ± 300 M. Karena terbatasnya transportasi, terkadang ikut tetangganya untuk pergi ke sekolah,” katanya saat mengunjungi Silvi, Rabu (07/12/2022).
Yanuar, sapaan akrabnya, mengatakan untuk memuliakan SIlvi, pihaknya memberikan kado berupa sepada motor dan kaki palsu untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.
“Dalam memperingati hari disabilitas, LMI menyalurkan kado untuk penyandang disabilitas berupa satu unit motor Beat, kaki palsu serta paket gizi,” tambahnya.
Yanuar mengucapkan terimakasih kepada mitra Kitabisa.com, terlebih kepada donator LMI, karena supportnya masih bisa membantu Silvi. “Semoga ke depan kami bisa membantu Silvi-Silvi lainnya. Semoga amalnya diterima oleh Allah.” Pungkasnya.
Silvi mengaku senang saat diberi bantuan motor. Sekarang, dirinya akan lebih giat lagi belajar, dan bersemangat untuk mengejar mimpinya.[sar/ted]






