Malang (beritajatim.com) – Aremania terus melakukan demonstrasi setiap akhir pekan di Malang Raya. Hal ini dilakukan sampai Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas oleh polisi.
Perwakilan Aremania wilayah Ciliwung, Ahmad Shodiq memastikan aksi turun jalan yang mereka lakukan berjalan damai tanpa rusuh. Bahkan melalui pengeras dia juga memohon maaf kepada para pengguna jalan yang melintas, karena aksi ratusan Aremania turun jalan ini membuat akses jalan macet.
“Saya ingatkan, gak ada aksi rusuh. Kita di sini menuntut keadilan. Saya juga mohon maaf kepada semua pengendara atas kemacetan ini, mohon maaf menganggu perjalanannya,” kata Shodiq, Minggu (4/122022).
Perlu diketahui ada beberapa titik demonstrasi di Malang Raya. Salah satunya di kawasan Jalan Ciliwung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Ratusan Aremania dari sejumlah wilayah di Kota Malang, seperti Bunul, Hamid Rusdi, Amprong, Sanan, Pandean, Glintung, Pandanwangi, Samaan, Kalpatur hingga Sulfat pun ikut berkumpul di pertigaan SPBU Ciliwung. Mereka melakukan longmarch sembari membawa spanduk, poster hingga keranda menuju pertigaan Jalan Letjen Sutoyo, tepatnya di depan Hotel Savana Kota Malang.
Ada tiga tuntutan utama yang mereka suarakan, diantaranya tangkap para penembak gas air mata dan perwira tinggi yang bertanggungjawab penuh atas Tragedi Kanjuruhan. Aremania juga meminta penambahan pasal seperti pasal pembunuhan (338 dan 340 KUHP) dan menetapkan tragedi ini sebagai pelanggaran HAM berat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”demo-tragedi-kanjuruhan”]
“Ini terencana, kita lihat bagaimana gas air mata itu ditembakkan. Itu sudah jelas. Kita gak menyangka banyak wilayah yang ikut di aksi kita ini, kan memang awalnya Purwantoro Melawan. Tapi memang ini masalah bukan hanya di Malang saja, kita kawal semua,” papar Shodiq.
Aremania mengancam, selama keadilan bagi 135 korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan belum terpenuhi dan tuntutan-tuntutan Aremania lainnya juga belum terpenuhi, mereka akan terus turun ke jalan setiap pekan dengan tema “Malang Black Sunday”.
“Satu misi kita, intinya setiap hari Minggu akan mengadakan aksi turun jalan untuk menuntut keadilan,” tandasnya. [luc/suf]






