Sampang (beritajatim.com) – Hujan deras terjadi di Desa Kebun Sareh, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Sabtu hingga Minggu 26-27 November 2022 kemarin. Hujan mengakibatkan volume air sungai meluap hingga meluber ke kawasan persawaan. Naasnya, dua bocah menjadi korban terseret arus air hujan tersebut saat hujan deras berlangsung.
Dua bocah itu, yakni inisial N (4) dan IN (6) yang diketahui masih saudara sepupu. Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com. Sebelum terseret arus, kedua bocah tersebut bermain dipingir sungai aliran irigasi persawahan saat hujan deras.
Tak lama kemudian, IN terpeleset dan masuk ke sungai, melihat sepupunya terjatuh ke dalam air, N berusaha menolong tetapi justru ikut terbawa derasnya arus.
Sekitar pukul 16.00 WIB, kedua bocah itu ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sontak pihak keluarga histeris melihat kedua saudara sepupu itu meninggal terseret arus derasnya aliran irigasi persawahan.
“Saat di lokasi, IN yang bermain saat hujan deras, dekat anak sungai sempat terpeleset dan jatuh ke air, kemudian N berusaha menolong, namun ikut terseret oleh derasnya air,” kata Ramli, warga setempat, Senin (28/11/2022).
Ia menambahkan, proses pencari dua korban tersebut memakan waktu cukup lama. Sebab, hampir dua jam, jasad kedua korban baru bisa ditemukan. Sayangnya, korban sudah tidak bernyawa dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Kejadian ini kecelakaan yang membuat keluarga sangat terpukul,” tandasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tewas-tenggelam”]
Tepisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kewaspaan, Imam mengatakan. Bahwa pihaknya mengimbau kepada warga untuk selaku waspada apalagi belakangan hari ini cuaca sangat ekstrim. Sementara wilayah Sampang termasuk daerah rawan bencana.
“Kami imbau kepada warga untuk waspada karena bencana mengintai kapan dan dimana saja, apalagi saat ini cuaca ektrim yang memicu adanya bencana seperti banjir dan longsor serta puting beliung,” pungkasnya. [sar/but]






