Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan masyarakat digemparkan dengan pemberitaan bahwa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, dan Thailand, yang hendak mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).
Sedangkan kita tahu bahwa Indonesia mempunyai beragam jenis kebaya yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Meski begitu rupanya baju tradisional masyarakat Indonesia tersebut belum terdaftar sebagai warisan budaya. Tak ayal jika hal ini mengingatkan kembali kepada sederat budaya Indonesia yang diklaim oleh negara lain, di antaranya seperti;
Wayang Kulit
Pada akhir 2021 lalu, masyarakat Indonesia digemparkan dengan pernyataan dari produsen sepatu asal Singapura. Di mana pihaknya menyebutkan bahwa wayang kulit merupakan bagian dari budaya Malaysia. Padahal, wayang merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia. Bahkan, telah diakui oleh UNESCO sejak 2008 lalu.
Batik
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang juga pernah diklaim oleh negara tetangga, seperti Malaysia dan China. Nyatanya, batik merupakan karya seni leluhur yang keberadaannya sudah ada sejak lama di Indonesia. Bahkan, juga sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya nonbenda milik Indonesia, sejak 2009.
Sasando
Sasando merupakan alat musik tradisional dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Benda yang terbuat dari bambu dan daun lontar yang dikeringkan ini pernah diklaim oleh negara Sri Lanka. Bahkan, hendak didaftarkan ke World Intellectual Property Organization (WIPO) sebagai bagian dari hak kekayaan intelektual mereka.
Keris
Keris juga pernah diklaim oleh negara tetangga, Malaysia. Padahal senjata tradisional tersebut juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada 2008 lalu. Keris merupakan benda pusaka yang identik dengan masyarakat Jawa.
Angklung
Angklung merupakan alat musik tradisional asal Jawa Barat yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada tahun 2010. Sebelumnya, alat musik yang terbuat dari bambu ini sempat diklaim oleh Malaysia dan juga Thailand.
Reyog Ponorogo
Reyog Ponorogo merupakan tarian tradisional dari Ponorogo, Jawa Timur. Di mana penari mengenakan topeng singa yang dihiasi dengan bulu merak. Beratnya bisa mencapai puluhan kilogram. Tarian yang identik dengan hal-hal magis ini juga pernah diklaim oleh Malaysia.
Tari Tor-Tor dan alat musik gordang
Tarian dan juga alat musik asal Indonesia yang juga pernah diklaim Malaysia ialah Tari Tor-Tor dan gordang sambilan yang berasal dari tanah Batak, Sumatera Barat.
Lagu Rasa Sayange
Selain alat musik, salah satu lagu asal Indonesia juga sempat diklaim Malaysia. Padahal, lagu ini diciptakan oleh Paulus Pea dari Maluku, pada tahun 1958, di Lokananta, Solo. Ketegangan yang terjadi di masyarakat kemudian meredam ketika Menteri Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa lagu Rasa Sayange milik Indonesia.(fyi/ian)






