Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut, kasus polio di Kabupaten Pidie, Aceh bertambah menjadi tiga pasien pada Selasa (22/11/2022) kemarin. Sebelumnya, Kemenkes juga telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Aceh setelah ditemukannya satu kasus polio.
Di Jawa Timur sendiri, Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah penularan polio tersebut. Dinkes Jatim mendorong agar masyarakat tetap melakukan pola hidup sehat.
Sebab, penularan polio bisa melalui batuk atau bersin atau dari kontak dengan kotoran orang yang terinfeksi (rute fecal-oral).
“Nomor satu, vaksin. Tidak ada pilihan, kabupaten kota segera mengakses vaksin, terutama untuk masyarakat. Kedua, pola hidup sehat, sehingga makanan dan sebagainya harus bersih. Pola hidup sehat itu menjadi kunci,” ujar Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, Rabu (23/11/2022).
Erwin mengatakan, dua hal itulah yang kini tengah digencarkan. Termasuk melakukan pengawasan. Ia mengaku, bahwa pihaknya telah mendorong pihak terkait agar melaporkan jika ditemukan tanda-tanda polio.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Surabaya”]
“Terkahir adalah surveilance. Sudah kita dorong dinas kesehatan, rumah sakit kalau ada tanda-tanda segera lapor. Karena kalau ada tanda-tanda satu pasien itu saja, langsung kita keep supaya tidak menular ke berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengirimkan surat edaran (SE) kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jatim terkait KLB polio tersebut.
“Kemarin kita sudah mengirim surat edaran ke masing-masing Dinas Kesehatan kabupaten/kota, dan sekarang kita akan monitor terus. Vaksin polio aman. Itu masuk dalam program,” tandasnya. [ipl/beq]






