Ngawi (beritajatim.com) – Polisi akhirnya mengungkap identitas wanita yang meninggal dunia tertabrak kereta api di rel kereta dekat area persawahan masuk Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (21/11/2022) sekitar pukul 18.00 WIB.
Wanita itu diketahui adalah Sulastri (45) warga setempat. Pihak keluarga telah mengkonfirmasi kalau jenazah tersebut adalah anggota keluarga mereka. Hal itu dibenarkan oleb Kapolsek Widodaren AKP Zainal Arifin..
“Betul.pihak keluarga sudah mengkonfirmasi jika itu adalah jenazah Sulastri, warg Sidomakmur, Widodaren. Mereka sudah datang ke RSUD dr Soeroto dan mengkonfirmasi jika jenazah adalah anggota keluarga dan membawa pulang jenazah untuk dimakamkan,” kata AKP Zainal pada beritajatim.com, Selasa (22/11/2022)
Menurut keterangan keluarga, Sulastri sudah lama menderita depresi. Namun, tak dijelaskan penyebab wanita yang bekerja sebagai buruh tani itu mengalami depresi. Sebelum kejadian, Sulastri dicari-cari pihak keluarga karena menghilang sejak Senin (21/11/2022) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
“Ternyata korban ini sudah menghilang sejak pukul 11.00 WIB pada Senin kemarin. Korban diduga menderita depresi belakangan ini. Saat ini jenazah sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-ngawi”]
Sebelumnya diberitakan, seorang wanita berusia sekitar 35 tahun dilaporkan meninggal diduga tertabrak sebuah kereta di rel kereta dekat area persawahan masuk Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, Senin (21/11/2022) pukul 17.30 WIB.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto membenarkan jika masinis KA Sancaka jurusan Surabaya Jogjakarta yang menemukan potongan tubuh di KM 206+3, atau antara Stasiun Kedunggalar dan Stasiun Walikukun.

Berawal dari laporan dari masinis KA Sancaka yang menemukan potongan tubuh manusia diduga karena tertemper kereta.
Sementara itu, Wakapolsek Widodaren Ipda Daryono membenarkan kejadian tersebut. Jenis kelamin korban merupakan wanita. Memakai jilbab warna merah muda kecoklatan, celana legging, baju motif batik dan memiliki rambut agak panjang. Korban diduga berusia sekitar 35 hingga 40 tahun. (fiq/ted)






