Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang menarik perhatian pada jubah batik berwarna ungu yang dikenakan Hermawan Kartajaya pada moment Timeless Sharing As Timeless Teacher, Penandatanganan nota kesepahaman wasiat Kadaver Hermawan Kartajaya kepada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Senin (18/11/2022) lalu.
Jubah ungu ini dipersiapkan secara khusus digunakan oleh Hermawan dua kali, saat ini karena penyerahan dan nanti setelah tiada.
Baju yang memiliki filosofi dan Nusantara garapan desainer Samuel Wattimena ini merupakan batik blongsong, dimana desain jubah ini menggunakan lima jenis kain dan jubah. Desain itu melambangkan “Guru dan Nusantara”.
Guru timeless alias guru yang tak terikat waktu. Ada lurik dan batik blongsong dari Yogyakarta. Itu menggambarkan masa sekarang dan masa depan.
“Ya jadi baju ini khusus dibuat oleh Samuel Wattimena dia biasa membuat baju bu Megawati ini memang khusus dibuat buat saya dan saya kenakan dua kali saja saat penyerahan saat ini dan besok setelah tiada. Yang menarik adalah filosofinya dimana baju HK Nusantara ini melambangkan lima propinsi di Indonesia dimana saya pernah dapat gelar seperti sarung Jawa Barat, Batik Jogjakarta, Lurik Jateng, tenun Badui, dan kain songket Bali dan Jawa Timur ini dipakai di Jawa Timur lengkap,” ungkap Hermawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”universitas-airlangga”]
Yang menarik ketika ia memesan jubah berwarna dasar ungu dengan gambar tokoh wayang dibelakangnya ini meminta kepada orang kepercayaanya untuk memakaikan ketika ia telah tiada sebelum dibawa ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya untuk dijadikan Kadaver.
“Waktu itu saya bilang ke anak buah saya nanti tolong kamu pakai baju jubah ini sesaat sebelum saya dibawa ke Fakultas Kedokteran, karena nantinya rumah masa depan saya di FK Unair ini meski saya dulu ambil gelar doktor saya di ITS dari Surabaya kembali Surabaya,”imbuhnya.
Selain itu menurut sang desainer, jubah spesial kombinasi dengam lima kain dari nusantara ini memiliki makna yang spesial karena yang dibuatkan adalah seorang guru maka jika telah tiada tetap akan menjadi guru.
“Menunjukkan bahwa makna dari jubah ini guru . Guru nusantara ini timles guru jadi kalau sudah meninggal pun tetap menjadi guru,”tutupnya. (way/ted)






