Surabaya (beritajatim.com) – Industri F&B seperti nyaris semua bisnis lain di dunia, yaitu terimbas besar, bahkan babak belur melalui 2 tahun pandemi. Penjualan langsung dibatasi dengan limitasi jam buka dan jumlah pengunjung.
Tak sedikit yang memilih tutup atau menjual usahanya, daripada bertahan. Ini sejalan dengan data dari PHRI Jatim, yang mencatat bahwa sepanjang 2020-2021, sekitar 146 hotel dan 31 restaurant mengajukan tutup, 15.000 karyawan dirumahkan, dan hampir 20% hotel berganti pemilik.
Data lain mencatat bahwa café dan restoran non hotel terdampak dari sisi pendapatan yang melorot jauh hingga hanya 10-15% dibandingkan omzet sebelum pandemi dan setelah pembebasan jam buka dan jumlah pengunjung di awal 2022, omzet mulai merangkak naik sebesar 2030%.
Berangkat dari semangat untuk menghidupkan kembali bisnis F&B yang merupakan nyawa dari bisnis turisme nasional, PT Hardcorindo Semesta Jaya, produsen Friendship, menggelar kompetisi meracik cocktail untuk para bartender. Bartender seperti halnya juru masak, adalah representasi pahlawan di dunia F&B, tapi tidak seperti profesi juru masak (chef), masih kurang dirayakan keberadaannya. Padahal seperti makanan, minuman semestinya juga bisa menjadi kekuatan kuliner Indonesia.
Friendship sebagai minuman pendatang baru ingin memberikan kesempatan kepada para peracik minuman ini untuk bersinar dan dikenal secara nasional. Sinergi dengan bartender juga dipandang sebagai langkah tepat untuk memperkenalkan Friendship sebagai produk lokal minuman kreasi anak bangsa yang 100 persen dibuat di dalam negeri dengan ekstraksi biji kopi Arabika asli Indonesia.
“Event di Surabaya ini merupakan kompetisi yang ke-3 yang kita jalankan, sebelumnya di Jogja dan Bandung. Ini adalah kompetisi kreasi cocktail vodka kopi pertama di Indonesia dan bagian dari pencarian bartender-bartender terbaik yang akan menjadi duta Friendship nantinya”, ungkap Hendry Wijaya selaku Trade & Marketing Manager PT Hardcorindo Semesta Jaya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bisnis”]
“Produk kami merupakan salah satu minuman vodka kopi premium yang paling halus di dunia, baik saat diminum langsung atau dicampur, karena telah melewati 5 kali proses distilasi. Selain bercitarasa unik, di keesokan harinya setelah dikonsumsi juga tidak menimbulkan sakit kepala (hangover) yang mengganggu aktifitas,” ucap Hendry Wijaya.
Menandai peluncuran kemasan baru kepada pasar Indonesia. Awalnya beredar dengan kemasan siap minum 180 ml, Friendship kini siap memenuhi kebutuhan pasar hotel, restoran, dan café dengan kemasan ekslusif 700 ml.
Seperti namanya, kemasan baru ready to drink dengan volume lebih besar ini diharapkan menjadi pilihan minuman untuk dinikmati bersama teman dan sahabat. [way/but]







