Pasuruan (beritajatim.com) – Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi dalam Pembahasan Raperda APBD 2023, Rabu (9/11/2022) kemarin banyak memunnculkan sorotan. Salah satunya dari Fraksi Partai Gerinda soal kinerja Pemkab Pasuruan.
Juru bicara dari Fraksi Gerindra, Soleh mengatakan, Pemkab Pasuruan lambat dalam memperbaiki lampu penerangan jalan umum (LPJU). Hal ini banyak dikeluhkan masyarakat.
“Seringnya kami mendapat laporan dari masyarakat, masih banyak LPJU yang mati dan belum diperbaiki. Kami berharap sinergi antara Dishub dan Binamarga semakin solid agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik,” ucap Soleh.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga menanyakan soal kurangnya koordinasi antar kepala dinas. Seperti halnya dalam sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan.
Dia mencontohkan terkait wisata di wilayah Pandaan yang minim penerangan. Tak hanya itu jalan untuk menuju lokasi pariwisata juga banyak yang berlubang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Pasuruan”]
“Contohnya lokasi kuliner dan wisata yang melalui Jalan Raya Ledug Bakalan, Duremsewu Pandaan. Akses jalan ke lokasi kuliner dan wisata rusak dan berlubang, sehingga perlu perbaikan segera secara menyeluruh, juga perlu tambahan penerangan jalan, agar wisatawan merasa aman,” lanjutnya.
Saat dikonfirmasi, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan, pembangunan terkendala akibat adanya Covid-19. Sehingga tidak bisa maksimal dalam melakukan pembangunan.
“Sekarang ini kita sudah lakukan percepatan untuk pembangunan, perawatan juga, di PAK kemarin juga. Realnya begitu dan itu masukan bagus dan akan kita tindaklanjuti,” terangnya. [ada/beq]






