Jember (beritajatim.com) – Datangnya musim hujan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan memunculkan kembali potensi meningkatnya kasus demam berdarah dengue. Sekolah dan perkantoran menjadi tempat yang rawan munculnya kasus demam berdarah.
“Perkembangan memang ada peningkatan kasus, tapi belum mencapai puncak maksimum. Kami tetap antisipasi. Masing-masing puskesmas menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk setiap Jumat,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lilik Lailiyah, ditulis Kamis (3/11/2022).
Para siswa dilibatkan menjadi pemantau jentik di kamar mandi sekolah masing-masing. “Kalau siswa mudah diwajibkan mengecek kamar mandi masing-masing,” kata Lilik.
Menurut Lilik, sejak Jauari hingga akhir Oktober 2-22, ada lebih dari 400 kasus demam berdarah di Jember. “Kami evaluasi, dan pasien yang meninggal kurang dari satu persen,” katanya.
Wilayah perkotaan justru menjadi kawasan yang paling rawan. “Warga di wilayah kota banyak kesibukan. Nyamuk menggigit pada siang. Mungkin nyamuk menggigitnya di tempat kerja, dan (penghuni kantor) lengah tak melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” kata Lilik.
Lilik mengatakan, pengasapan (fogging) bukan pilihan pertama dalam menghadapi demam berdarah. “Pilihan pertamanya adalah pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Fogging baru dilakukan dengan syarat. Kami lakukan penyelidikan epidemologi. Kalau memang di wilayah itu tidak ada kasus lain, hanya satu kasus, ya pemberantasan sarang nyamuk kita tingkatkan dan dilakukan abatisasi,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demam-berdarah”]
Lilik mengkritik kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang tidak dilakukan bersama-sama. “Di wilayah kota kan banyak rumah kos yang mungkin induk semangnya tidak memperhatikan. Saat pemeriksaan jentik tutup. Ini jadi pekerjaan rumah kita untuk bergerak bersama-sama dalam pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.
Sementara itu, Hamim, juru bicara Fraksi Partai Nasional Demokrat, mengajak masyarakat untuk lebih siap dan siaga dalam berbagai hal memasuki musim hujan. “Selalu menerapkan pola hidup sehat, rajin olah-raga dan istirahat cukup agar terhindar dari penyakit, sehingga kita semua bisa hidup lebih sehat dan produktif,” katanya. Hamim menyarankan warga untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, bila terjadi sesuatu hal yang tidak diharapkan. [wir/but]






