Sampang (beritajatim.com) – Tepat di sebelah kiri pintu masuk gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Sampang, membentang sebuah banner atau spanduk bertuliskan “Tolong selamatkan jembatan kami” .
Tulisan tersebut ternyata dipasang oleh warga Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Ini sebagai bentuk aksi tanpa mendatangkan massa demi menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk memperbaiki jembatan yang rusak tersebut.
Husairi, salah satu perwakilan warga mengatakan, kondisi jembatan penghubung antara Desa Daleman dan Desa Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, mengalami rusak parah selama hampir tiga tahun. Namun, sampai saat ini belum dilakukan perbaikan. Padahal, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jembatan-rusak”]
“Protes melalui banner ini dengan tujuan agar anggota dewan melihat kondisi kerusakan jembatan dan bisa menekan pihak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan,” terangnya, Selasa (1/11/2022).
Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sampang, Sohebus Sulton mengakui rencana perbaikan jembatan yang rusak telah masuk dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sampang tahun 2023.
Anggaran yang diusulkan untuk kegiatan perbaikan jembatan rusak di Desa Daleman tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 2,5 miliar. “Kami sudah rapatkan dengan Dinas PUPR dan hasilnya pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan tahun depan,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, jembatan penghubung antara Desa Daleman dan Desa Pasarenan, Kecamatan Kedungdung tersebut, rusak akibat bencana alam beberapa tahun silam. Saat itu, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau langsung dan mendata untuk dilakukan perbaikan. [sar/suf]






