Malang (beritajatim.com) – Fakultas Syariah Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) mengadakan seminar yang mengusung pesantren dan konstitusi. Seminar bertema ‘Penguatan Eksistensi Pesantren dalam Memelihara Kebangsaan Melalui Konstitusi itu berlangsung di Aula Gedung Rektorat Ir. Soekarno UIN Malang lantai 5.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. dalam sambutannya menerangkan soal peran penting pesantren pada proses penyebaran islam di Indonesia. “Pesantren sebagai garda terdepan menjaga kelangsungan penyebaran Islam dengan prinsip rahmatan lil alamin,” ujar Profesor bidang Dirasah Islamiyah pada Selasa (1/10/2022).
Ada sejumlah pemateri yang dihadirkan dalam seminar ini. Diantaranya Dr. Wiryanto, S.H., M.Hum yang saat ini menjabat sebagai Panitera Muda Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, kemudian Dr. KH. Badruddin Muhammad, M.HI, yang menjabat sebagai Kepala Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang dan Teguh Setyo Budi, S.HI., M.H. sebagai Penanggung Jawab Seminar Pesantren Konstitusi serta Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi dan sejumlah dosen dari internal Fakultas Syariah UIN Malang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pesantren”]
Di samping seminar, ada kegiatan lain yang dilakukan yaitu pemberian penghargaan pada pemenang Lomba Musabaqoh Syarah Konstitusi 2022 dan Lomba Karya Tulis Ilmiah yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Peserta dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meraih juara pertama lomba Musabaqoh Syarah Konstitusi 2022. Sementara posisi kedua dan ketiga didapatkan oleh peserta dari UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. Sudirman, M.A. mengharapkan agar serangkaian kegiatan tersebut menjadi landasan awal yang progresif bagi Fakultas Syariah di masa mendatang. “Tahun depan tidak hanya mengadakan lomba Syarah konstitusi saja, tapi nanti kita adakan lomba Debat Hukum Konstitusi dan Lomba Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Konstitusi,” terang Dr Sudirman.
Dia memandang kegiatan ini sudah berlangsung secara dinamis dan hangat. “Karena telah memberikan wawasan positif tentang peran konstitusi, syariah, dan hukum bagi generasi pemegang masa depan. Kegiatannya berjalan secara dinamis dan begitu hangat,” ujarnya menambahkan. [dan/suf]






