Surabaya (beritajatim.com) – Menangis merupakan hal yang wajar untuk dilakukan, mengingat di kehidupan kita tidak akan selalu merasa bahagia namun juga ada kesedihan. Namun, pernahkah kalian tiba – tiba saja menangis padahal tidak ada sebabnya? Jika pernah, maka bisa jadi kalian mengalami hypophrenia.
Hypophrenia sendiri merupakan kondisi perasaan seseorang yang begitu emosional dam berlebihan dalam merasakan kesedihan. Lantaran perasaan yang diambang batas, ini pun membuat seseorang bisa menangis meski tidak ada pemicunya.
Merujuk dari pendapat beberapa ahli, menangis tanpa sebab dan tiba-tiba biasanya karena adanya pengaruh indikasi dari masalah yang terkait dan berhubungan langsung dengan kesehatan mental. Mulai dari gangguan kecemasan (anxiety), gangguan stress pascatrauma atau PTSD, premenstrual syndrome pada perempuan, atau bahkan ketika sedang hamil.
Gejala Hypophrenia
Ketika menangis tanpa sebab, bisa kalian sedang mengalami gangguan pada bagian otak, yang mana terikat langsung dengan emosional kalian. Berikut ini adalah berapa gejala dari Hypophrenia.
1. Perasaan menjadi sensitif
Orang yang menderita Hypophrenia akan tiba-tiba menjadi seseorang yang sensitif, hal – hal kecil bisa menyakiti perasaannya bahkan membuatnya menjadi seseorang yang ketus atau mudah marah. Ketika berada di fase ini, berkomunikasi dengan orang lain bukan hal yang memungkinkan.
2. Sulit bersosialisasi
Hypophrenia juga akan membuat seseorang menjadi introvert, lambat laun hal itu mengubahnya menjadi seseorang yang anti sosial. Kehidupannya hanya akan diisi dengan kewajibannya, seperti bekerja atau melakukan tugas lain. Jika sudah tidak ada lagi yang harus dilakukan, maka ia akan menangis tanpa sebab.
Bahkan, tidak jarang seseorang akan menangis tiba – toba meski sedang berada ditengah kesibukan, ini karena perubahan emosi yang tidak dapat dikontrol olehnya sendiri.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
3. Malas berkegiatan
Saat menderita Hypophrenia, tak jarang penderita membiarkan perasaannya menguasai emosi dan pikirannya. Sehingga seluruh pikirannya pun akan dipenuhi oleh hal negatif, baik secara mental maupun psikis. Apabila dibiarkan, ini akan mempengaruhi seluruh aspek dalam hidupnya, termasuk malas beraktivitas dan tidak produktif.
Seringkali menghabiskan waktu untuk menangis, penderita menjadi kehilangan gairahnya dalam menjalani kehidupan sehari – hari.
Energi seseorang yang mengidap Hypophrenia akan tersedot habis, sehingga ia bisa kelelahan hanya karena mencoba menerka – nerka apa gerangan yang terjadi pada dirinya.
Selain bisa ditangani oleh psikolog atau psikiater, kunci untuk menyembuhkan hal ini adalah dengan mengontol pikiran kita sendiri. Teruslah memberi sugesti pada diri sendiri mengenai hal – hal membahagiakan dalam hidup. Perlu diingat bahwa menangis adalah hal yang wajar, asalkan tidak berlebihan. (mnd/ian)






