Mojokerto (beritajatim.com) – Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau langsung penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di e-Warung Anggrek, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdaftar pada E-Warung ini sebanyak 108 penerima.
BPNT yang disalurkan kali ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Mojokerto untuk bulan Juni sampai Oktober, masing-masing KPM menerima sebesar Rp150 ribu perbulan, yang kemudian dibelikan berupa bahan pokok.
Sehingga orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini ingin memastikan pelayanan kepada KPM berjalan dengan baik dan komoditas yang disalurkan tepat harga serta kualitas. Mengingat, kenaikan harga tengah terjadi di sejumlah komoditas bahan pokok.
“Kami ingin melihat terkait dengan komoditas bahan pangan yang dibagikan dari skema BPNT APBD melalui e-warung ini, lalu apa saja yang menjadi keluhan masyarakat. Untuk beras kita sudah kerjasama dengan Bulog, jadi kualitasnya sudah tidak diragukan lagi,” ungkapnya, Kamis (27/10/2022).
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), Bulog juga siap mengganti apabila ditemukan kualitas beras yang dibawah standart. Sementara untuk komoditas telur, pihaknya juga sudah melakukan MoU dagang dengan Bupati Blitar karena Bliter terkenal dengan produsen telurnya.
“Harapannya, agar e-Warong tidak kesulitan lagi mendapatkan komoditas ini saat dibutuhkan sewaktu-waktu. Jika mengambil langsung dari peternak, biasanya harganya lebih murah. Ini yang coba kita fasilitasi, agar e-warong bisa dapatkan produk dengan mudah, murah dan berkualitas,” katanya.
Pihaknya memastikan jika harga bahan pangan yang dijual e-Warong berada dalam skala yang wajar, tidak lebih mahal ketimbang warung biasa. Lebih lanjut, data temuan di lapangan tersebut juga kemudian dapat menjadi perhatian dalam rangka mengendalikan inflasi daerah.
“Tadi saya mendengar dari KPM, yang masih tinggi adalah telur dan bawang merah. Ini bisa menjadi salah satu masukan bagi kami Tim Pengendali Inflasi Daerah maupun Satgas Pangan. Sebagaimana instruksi presiden RI terkait dengan volatile food. Yaitu, pentingnya memberikan atensi terhadap kenaikan harga bahan pangan (volatile food) yang dapat berpengaruh pada terjadinya inflasi,” ujarnya.
Terkait usulan variasi jenis komoditas yang dibagikan, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, menyebut jika hal tersebut dapat didiskusikan lebih lanjut antara KPM dan penglola e-Warong. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jika jenis komuditas bisa bertambah, demi mendukung diversivikasi gizi dan pangan KPM.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kota Mojokerto, Choirul Anwar Kota Mojokerto mengatakan jumlah penerima bansos Kota Mojokerto yang bersumber dari APBD sebanyak 2.500 KPM. “Mereka tiap bulan menerima BPNT sebesar Rp150 ribu yang dibelanjakan di e-warong dalam bentuk beras dan telur,” tegasnya. [tin/beq]







