Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah mengungkapkan telah menghapus syarat mahram bagi jemaah perempuan.
Selain itu, dia juga menyebutkan ada sejumlah kemudahan yang diberikan kepada jemaah umrah Indonesia.
Masa berlaku visa umrah, kata Tawfiq, diperpanjang hingga 90 hari. Bahkan, visa umrah tersebut juga bisa digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah Saudi.
Tawfiq menjelaskan, Pemerintah Saudi telah menyiapkan platform ‘Nusuk’. Dengan aplikasi ini, setiap orang bisa memilih paket yang ada.
“Visa akan keluar tidak lebih dari 24 jam. Kami terus berusaha memberikan kemudahan,” ungkap Menteri Tawfiq yang dikutip dari laman resmi Kemenag.
Soal syarat vaksin Meningitis, Tawfiq menegaskan bahwa tidak ada persyaratan kesehatan apapun bagi jemaah umrah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kemenag”]
“Tidak ada syarat kesehatan dan tidak ada syarat umur,” kata Tawfiq.
Kuota Haji 2023
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap Pemerintah Arab Saudi dapat menambah kuota haji Indonesia. Menag juga meminta syarat pembatasan usia 65 tahun dihapus karena jumlah jemaah haji lansia sangat banyak.
Kendati demikian, Menteri Tawfiq mengaku belum bisa memastikan jumlah kuota haji 2023. Dia mengatakan, saat ini fokusnya adalah meningkatkan pelayanan.
“Kami berharap setelah pandemi membaik, kuota akan kembali normal,” ucapnya.
Soal penghapusan syarat usia 65 tahun, Tawfiq menyebutkan bahwa pemberlakuan syarat itu dalam konteks kondisi pandemi Covid-19. Jika ada perbaikan keadaan, tentu akan ada perubahan kebijakan terkait pembatasan umur.
“Saya yakin kalau sudah normal kondisinya, maka akan ada kelonggaran. Kabar baiknya, pandemi Covid-19 sudah semakin mereda,” tukas Tawfiq.
Lebih dari itu, Tawfiq ingin komunikasi dirinya dengan Menteri Agama terus berjalan secara intensif dalam rangka meningkatkan kualitas layanan jemaah haji.
“Ini adalah bagian terpenting dari upaya peningkatan pelayanan terbaik yang harus kami berikan ke jemaah haji dan umrah,” pungkasnya. (nap)






