Ngawi (beritajatim.com) – Curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir membuat Polres Ngawi waspada akan datangnya banjir. Terlebih ada lima kecamatan yang dalam kategori rawan banjir. Yakni, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Pitu, Karanganyar, dan Widodaren. Lima kecamatan itu berada di daerah aliran Bengawan Madiun dan Bengawan Solo. Pun, per Sabtu (22/10/2022) kemarin, kondisi air masih di ambang batas normal.
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan kesiapan dini dengan kesiapan posko, memantau daerah rawan banjir, aliran sungai dan debit air sungai.
“Curah hujan yang tinggi ini, kami waspadai dengan berpatroli untuk memantau debit air antisipasi terjadinya luapan air sungai dan banjir serta berkoordinasi dengan Pemda untuk kesiapan posko,” tutur Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera ketika dikonfirmasi, Minggu (23/10/2022).
Persiapan yang dilakukan, di antaranya menyiapkan perahu karet di posko bencana di daerah rawan banjir. Peralatan dapur umum juga telah disiapkan
“Kami sudah siapkan beberapa perahu karet di lokasi serta perlengkapan dapur umum jika sewaktu-waktu banjir datang. Obat-obatan semua siap,” lanjut Dwiasi.
Dwiasi mengungkapkan, hasil pantauan Kasat Samapta AKP Jumianto Nugroho yang langsung di lapangan mengatakan bahwa pada Sabtu (22/10/2022) debit air di Bengawan Madiun dan Bengawan Solo masih dalam batas normal. Untuk aliran sungai di jembatan Dungus masih di batas tanda warna hijau.
“Alhamdulillah ketinggian air masih dalam batas normal, di jembatan Dungus aliran sungai masih di tanda warna hijau, semoga debit air tidak naik lagi dan tidak banjir,” katanya.
Beberapa pantauan di lapangan mengatakan bahwa air sungai yang meluap masih dalam batas normal, meski sebagian sudah ada yang menggenangi jalan raya.
“Sesuai dengan informasi Kapolsek Kwadungan AKP Sunarijati yang mengatakan bahwa situasi terkini debit air di depan Klinik Rahayu/ Jembatan Simo air sudah menggenangi jalan, namun masih bisa dilewati oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Semoga tidak hujan,” jelasnya.
Situasi terkini, debit air pantauan di jembatan Purwosari Kwadungan yang sedang dalam taraf perbaikan, air sudah mengarah ke selatan namun belum mengenang di perumahan. Debit air Bengawan Madiun di jembatan Simo dan jembatan Kwadungan mengalami kenaikan tapi masih dalam batas normal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ngawi”]
Jembatan gantung sungai Bengawan Solo Dusun/Desa Gemarang Kedunggalar, debit air masih normal.
“Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir juga menginformasikan bahwa jembatan gantung di atas sungai Bengawan solo yang terletak di desa Gemarang debit air masih batas normal,” lanjut Dian.
Sungai Madiun yang ada di Desa Pleset dan Desa Waruk Tengah Pangkur, informasi dari Kapolsek Pangkur AKP Subandi, mengatakan bahwa air masih terus mengalami kenaikan sampai batas bibir sungai, namun belum naik ke akses jalan umum dan pemukiman.
“Dalam pantauan Kapolsek Pangkur, luapan air sungai Madiun hanya menggenangi persawahan yang sudah dipanen, namun tidak meluap ke akses jalan maupun pemukiman,” pungkasnya. [fiq/but]






