Surabaya (beritajatim.com) – Jika ada satu pemikiran yang semua orang di dunia akan setujui secara kolektif, tanpa mengedipkan mata—’Senin adalah hari terburuk dalam sepekan.’
Senin adalah hari yang paling tidak disukai orang karena ini adalah hari pertama dalam sepekan.
Teori “Monday blues“, atau “Monday morning blues” paling banyak terjadi. Karena menyiratkan kebanyakan orang harus mengaktifkan mode “kembali bekerja” dan menunggu lima hari hingga akhir pekan dimulai.
Sementara orang-orang mungkin telah merancang peretasan inovatif untuk mengalahkan Senin blues, teror hari Senin sangat nyata dan dapat diterima.
Setuju dengan kebencian semua orang terhadap hari Senin, Guinness Book of World Records telah secara resmi mengakui dan menyatakan bahwa Senin adalah hari terburuk dalam seminggu.
Membuat pengumuman pada hari Senin, itu tweeted,
“Kami secara resmi memberikan Senin rekor hari terburuk dalam seminggu. Dan salah satu reaksi media sosial terbaik untuk itu adalah, “Butuh waktu cukup lama.”
Pengumuman yang dibuat oleh Guinness World Records tidak mengejutkan internet. Cara netizen bereaksi, sepertinya ini sudah resmi di kepala mereka.
Guinness World Records (GWR) adalah buku referensi yang diterbitkan setiap tahun dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Ini daftar rekor dunia prestasi manusia dan ekstrem dari dunia alam. Buku ini didirikan oleh saudara kembar Norris dan Ross McWhirter di Fleet Street, London, pada Agustus 1955.
Twitter dari GWR pun menuai banyak komentar dari warganet.
“Oh ternyata selama ini itu (hari Senin) belum officially jadi yang terburuk.”
“Pengumuman ini harusnya sudah ada dari dulu, dan tidak memerlukan waktu sebegitu lamanya untuk menasbihkan bahwa senin adalah hari terburuk.”
“Nampaknya mereka (GWR) lebih banyak pikiran daripada hari Senin.”
“Orang menyebutnya depresi, tapi aku menyebutnya Senin.”
“Apa yang membuat GWR begitu lama melegalkan bahwa Senin adalah hari terburuk?”
“Sungguh, semua orang tidak akan pernah menyangkal itu.”
“Pantas saja di Jawa, orang menyebutnya -diseneni- ternyata hari Senin memang begitu menyebalkannya. GWR harusnya belajar dari situ.” [adg/beq]







