Surabaya (beritajatim.com) – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan merekomendasikan supaya ada perombakan pada tubuh PSSI, Khususnya Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule beserta seluruh jajaran Komite Eksekutif.
Bahkan percepatan Kongres Luar Biasa didesak supaya dipercepat untuk dilalikan guna untuk PSSI menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan PSSI yang berintegritas, profesional, bertanggungjawab, dan bebas dari konflik kepentingan.
Hal ini tentu menjadi salah satu hal yang harus dipersiapkan oleh Asprov PSSI Jatim sebagai salah satu voter dan anggota, Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhanudin memberikan tanggapan terkait rekomendasi tersebut.
Amir mengatakan, sampai saat ini, PSSI, dari sisi anggota, belum menemukan urgensi untuk melakukan KLB seperti yang sudah direkomendasikan TGIPF.
Kita masih belum menemukan, urgensinya apa jalan menuju kongres (luar biasa) dari sisi anggota,” kata Amir Burhanuddin.
Lebih lanjut dikatakan Amir, para anggota dari tataran asosiasi provinsi masih akan melihat perkembangan-perkembanganbyang terjadi ke depan. Menurutnya, KLB hanya bisa dilakukan melalui dua cara. Pertama, ada jalan yang didasarkan pada rapat komite eksekutif. Kedua, KLB bisa dilakukan atas permintaan dari anggota.
“Urgensinya apa? Karena ini masa bakti tinggal satu tahun dan semua program berjalan,” ujar Amir.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pssi-jatim”]
Terlebih lagi, akan ada banyak event Internasional yang akan diikuti timnas Indonesia. Mulai dari Piala AFF, Piala Dunia U20, hingga Piala Asia.
Tak hanya itu, pelatih timnas Indonesia juga telah membuat pernyataan akan mengundurkan diri jika Ketua Umum PSSI Iwan Bule diminta mundur. Hal itu, kata Amir, juga menjadi salah satu pertimbangan bagi PSSI untuk tidak menggelar kongres.
“Event-event internasional di depan mata sangat banyak. Sehingga akan kita pertimbangkan. Apalagi kita sempat dengar, di puncak-puncaknya timnas yang sekarang lagi membaik, head coach kita, Shin Tae-yong, juga ikut komentar (akan mundur jika ketum mundur). Itu menjadi pertimbangan tersendiri bagi kita, member untuk melakukan permintaan KLB dan sebagainya,” ucap Amir.(way/ted)






