Surabaya (beritajatim.com) – Bukan hanya sebagai suporter militan yang datang ke stadion untuk mendukung tim Persebaya setiap berlaga, namun dari menjadi suporter awal bisnis Yudistira Agia menjadi seorang wirausahawan kaos bonek asli Suroboyo.
Pria bertubuh tambun ini menceritakan awal bisnisnya dimulai dari tahun 2014 lalu berawal dari kursus percetakan kaos di Malang, ia memberanikan diri mengaplikasiman bisnisnya secara offline di salah satu store di pusat perbelanjaan di Surabaya Selatan.
“Awalnya saya setelah lulus kuliah 2014 lalu, kursus di Malang satu bulan. Lalu mencoba membuka toko offline di Royal Plaza dan produksi kaosnya di Kapas Madya. Tapi karena permintaan customer seringnya online, akhirnya saya saat ini hanya menerima order online,” ucap Yudis, Kamis (13/10/2022).
Lalu, mulailah ia merambah masuk ke komunitas-komunitas suporter, terutama bonek karena posisinya ia berdomisili di Surabaya. Bahkan, ia pun rela membandrol dengan harga yang tidak terlalu mahal dan memberikan banyak promo ke para komunitas suporter.
“Ya awal saya turun ke komunitas, terutama temen-temen Bonek banyak yang pesen karena kebetulan saya juga Bonek, jadi lebih muda untuk membuka lahan bisnis. Lalu dari situ, saya mulai lah satu persatu banyak yang order,” ungkap Yudis.
Kualitas pun tidak main-main, dalam setiap produksinya, bapak satu anak ini selalu berbenah dalam hal kualitas mulai dari sablon hingga hasil jahitan dari para penjahitnya.
Hal ini selalu dilakukan olehnya karena mengingat customer adalah seorang raja, bahkan ia pun tak segan memberikan promo kepada para customernya. Mereka akan diberi pilihan bisa datang langsung kelokasi produkai atau melalui whattap.
“Untuk pemesanan nya. Bisa langsung lokasi atau melalu WA. Ada 3 proses yg harus terlaksana sebelum eksekusi produksi. Disain fix, ukuran fix dan Down Payment 50%,”imbuhnya.
Soal harga, mantan karyawan sebuah stasiun televisi lokal ini berani bersaing, mulai dari harga lima puluh lima ribu rupiah hingga tujuh puluh ribu rupiah tergantung dari pemilihan jenis kain dan desain gambar para customer bisa bawa pulang kaos dan kembaran dengan teman komunitasnya.
“Harga relatif umum 55 rb – 75 rb. Tergantung model disian dan jumlah. Untuk segmen bahan cotton combad 30s atau 24s. Dan strategi selain menggerakan promosi2 digital. Di sisi produksi, kita terus berbenah dari sisi kualitas. Mulai dari kualitas sablon dan hasil jahit an,” tutupnya.(way/kun)






