Malang (beritajatim.com) – Tim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan berupaya untuk membujuk suporter Aremania asal Probolinggo yang diduga mengalami trauma dan depresi pasca tragedi Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.
Pasalnya, Suporter bernama Rusdi (17) warga Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo tersebut takut pulang karena, tiga orang temannya, tewas akibat kerusuhan yang menewaskan 132 orang tersebut.
Psikolog RSUD Kanjuruhan, Hardiono mengatakan, Rusdi diduga mengalami gangguan mental pasca kerusuhan Stadion Kanjuruhan, dan saat ini Tim RSUD Kanjuruhan tengah berupaya melakukan pendekatan untuk menanyainya lebih dalam. “Satu-satunya cara untuk mendekatinya adalah menggunakan pendekatan Aremania. Karena selain itu ia selalu menolak,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Sementara itu, Sub Koordinator Monef dan Pelayanan Medis RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro mengatakan bahwa Rusdi saat ini dicari oleh Dinas Kesehatan Probolinggo. “Rusdi itu dicari-cari oleh Dinkes Probolinggo, dan Dinas Kesehatan Probolinggo sudah berkoordinasi dengan kami sejak Selasa (11/10/2022) kemarin,” katanya.
Menurut Lukito, untuk melakukan penanganan terhadap Rusdi tersebut diperlukan proses, dan perlu dilakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Lawang untuk memeriksa kondisi kejiwaannya. “Petugas Rumah Sakit Jiwa Lawang saat ini tengah berkoordinasi dengan keluarga untuk meminta persetujuan pemeriksaan kejiwaan. Setelah mendapat persetujuan nanti akan kami evakuasi ke Rumah Sakit Jiwa Lawang,” pungkasnya.
Sejak tragedi Kanjuruhan, Rusdi berada di stadion Kanjuruhan dalam kondisi linglung. Rusdi kerap berjalan mengitari stadion. Berpindah pindah tempat. Duduk. Termenung dan merebahkan tubuhnya di sudut sudut bangunan stadion. Tatapan mata Rusdi kosong.
Ketika ditanyai, Rusdi berada di Stadion Kanjuruhan untuk menemani temannya yang sudah tiada. Rusdi menonton langsung pertandingan Arema melawan Persebaya bersama 3 orang temannya. 1 orang wanita dan 2 orang pria. Ketiga teman Rusdi wafat dalam tragedi memilukan itu. (yog/kun)






