Surabaya (beritajatim.com) – Di hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober ini, sosial media ramai membicarakan desain batik karya Marshanda.
Artis sinetron yang didiagnosa bipolar disorder, sebuah gangguan kesehatan mental tersebut, membagikan karya batik rancangannya melalui sebuah vidio yang diunggah .
Dalam vidio, tampak batik yang didominasi oleh warna hitam, merah dan hijau itu memiliki motif pola garis sederhana dan dipadupadankan dengan motif bunga.
Marshanda mengaku, dengan desain batik rancangannya itu, ia ingin menunjukkan pada dunia, bahwa isi pikiran seseorang yang didiagnosa bipolar disorder tidak menakutkan, seperti halnya anggapan banyak orang.
“Lewat batik ini aku bisa tunjukkan, kalau isi pikiran aku itu nggak menakutkan dan bisa jadi indah. Sangat beda dengan stigma negatif yang ada,” tutur artis kelahiran 1989 tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”profil”]
Vidio yang berdurasi 1 menit itu ramai mendapat respon positif dari warganet. Banyak yang memuji karya Marshanda dan sikapnya untuk mencoba melawan stigma terkait bipolar disorder. Bicara tentang bipolar disorder, apa sih sebenarnya bipolar disorder?
Bipolar Disorder adalah suatu gangguan kesehatan mental, dimana si penderita bisa mengalami perubahan drastis pada emisinya. Seseorang yang didiagnosa Bipolar Disorder, bisa tiba-tiba sedih, entah dan senang tanpa alasan yang jelas.
Penyakit ini bisa diderita seumur hidup, dan untuk mengendalikannya perlu dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan psikoterapi. Tidak diketahui secara pasti, penyebab dari gangguan bipolar. Namun banyak dugaan yang menyatakan, bahwa gangguan bipolar diakibatkan oleh keturunan genetik, lingkungan dan gaya hidup seseorang.
Ada beberapa gejala umum yang sering ditunjukkan oleh mereka yang didiagnosa bipolar disorder, namun perlu diingat jangan pernah melakukan diagnosa mandiri. Jika ada merasa gejala berikut terdapat pada anda, cobalah untuk mengkonsultasikan ke dokter.
Gejala-gejala umum bipolar antara lain: menunjukkan rasa gembira yang berlebihan, bicara dengan cepat dan sulit dipahami, mengalami insomnia bahkan tidak bisa tidur semalaman, perasaan bersalah secara berlebihan dan berkurang minat pada suatu pekerjaan atau kegiatan. (Jhn/nap)






