Probolinggo (beritajatim.com) – Korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang asal Kabupaten Probolinggo berjumlah enam orang, tiga orang diantaranya meninggal dunia.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi, Selasa (4/10/2022).
Kapolres mengatakan, saat ini ada enam orang korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang asal Kabupaten Probolinggo, tiga diantaranya meninggal dunia dan tiga lainnya sedang dalam menjalani perawatan intensif.
Tiga yang meninggal dunia yakni, Rifki Dwi Yulianto (19), warga Dusun Krajan, Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron, dan Abian Hasiq Rifai berumur (18) warga Kelurahan Kandang Jati Kulon Kecamatan Kraksaan, Moh Kindi Arumi (19) warga Desa Besuk Kidul Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Tiga korban yang masih dalam perawatan yakni, Bintang Kurniawan Antoro (12)
warga Dusun Krajan RT 07 RW 02, Muhammad Jailani (19) warga Dusun Krajan RT 03 RW 01, serta Muh Busthomi (19) warga Dusun Krajan RT 04 RW 01 Desa Maron Wetan Kecamatan Maron.
“Saat ini baru itu yang terkonfirmasi menjadi korban terkait insiden di Stadion Kanjuruhan, harapannya tidak ada lagi, terkait korban yang luka saat ini dilakukan pemantauan dari Polsek setempat,” jelas Kapolres Arsya. (tr/ted)






