Jember (beritajatim.com) – Penantian lima tahun akhirnya berakhir sudah. Setelah sempat viral di media sosial lantaran bangunan yang rusak parah, akhirnya SD Negeri Jamintoro 3 di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur selesai direnovasi.
SDN Jamintoro adalah sekolah dasar yang dibangun berdasarkan Instruksi Presiden pada 1987. Sekolah tersebut masuk kategori sekolah terpencil yang hanya memiliki tiga ruang kelas yang diperuntukkan untuk pemerataan pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Usia membuat kondisi bangunan sekolah lapuk. Lama tidak diperbaiki dan dirawat, bangunan sekolah itu mengalami kerusakan parah. Akhir 2017, pihak sekolah memutuskan untuk membongkar atap dan genteng tiga ruang kelas yang rusak.
“Kondisi bangunannya memprihatinkan dan khawatir membahayakan guru dan murid, akhirnya (genteng-genteng dan atap) diturunkan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Suko Winarno, Jumat (23/9/2022).
Dengan jumlah 60 orang siswa saat itu, pihak sekolah tak punya pilihan selain menggelar kegiatan belajar mengajar di luar sekolah. Kegiatan belajar mengajar pun dilaksanakan di sejumlah lokasi. “Pihak sekolah berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Belajar mengajar ditempatkan di musala, rumah penduduk,” kata Suko.
Awal 2021, anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bergotong royong menyiapkan ruang kelas kecil. “Ruang itu sebetulnya ruang kepala sekolah,” kata Suko.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Kondisi SDN Jamintoro 3 yang memprihatinkan itu membuat jumlah siswa berkurang drastis. Tahun ini, tersisa 27 orang anak yang belajar di sana. Kondisi SDN Jamintoro 3 ini pun sempat viral di media sosial.
Pemerintah Kabupaten Jember kemudian mengalokasikan anggaran renovasi bangunan sekolah pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022. Ada tiga ruang kelas baru yang dibangun menggantikan ruang kelas yang sudah bobrok.
“Tinggal ruang guru yang belum diperbaiki. Kondisinya juga parah. Insya Allah tahun depan kami anggarkan perbaikannya,” kata Suko.
Suko berharap dengan perbaikan tersebut, SDN Jamintoro 3 bisa bangkit kembali. “Nantinya bisa kembali seperti dulu lagi. Sekarang sudah memenuhi syarat untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya. [wir/beq]






