Malang (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengajak mahasiswa baru Universitas Islam Malang (maba Unisma) untuk selalu inovatif, kolaboratif, dan disiplin moral. Hal itu disampaikan saat penutupan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (Oshika Maba) Unisma tahun akademik 2022-2023.
“Untuk memenangkan persaingan dalam kehidupan, ada tiga syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemuda. Inovatif, kolaboratif, motivasi dan disiplin moral yang tinggi,” jelas Muhaimin Iskandar, Rabu (14/9/2022).
Cak Imin, sapaan akrabnya, mengimbau maba agar menyiapkan diri sebagai insan yang aktif berbangsa, mampu beradaptasi dan berkompetisi di persaingan nasional maupun global. “Dari Unisma inilah, menyiapkan calon masa depan pemimpin pemerintah bangsa, yang memiliki kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi, spirit ideologi perjuangan ahlussunnah wal jamaah, dan berkomitmen hadir di tengah masyarakat,” terangnya di hadapan maba Unisma.
Muhaimin yakin bangsa akan sangat cepat maju, jika Unisma secara terus menerus melahirkan lulusan yang sesuai dengan landasan perjuangan Unisma. “Inilah kebanggaan kekuatan intelektual yang dimiliki NU. Adik-adik yang mengangkat merah putih, kekuatan NU bukan hanya merahmati Indonesia, tapi seluruh peradaban dunia,” imbuhnya
Dia menerangkan soal pemuda yang tumbuh di era penuh tantangan. Dunia, kata dia, sedang sulit akibat resesi , pandemi, sekaligus ancaman lain. Negara di dunia mengalami keadaan sulit.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unisma”]
“Adik-adik akan menyaksikan, dan turut terlibat, apakah kita sebagai bangsa yang hebat dan kaya, dengan berbagai kekayaan alam, kultur, dan sumber daya manusia. Apakah menjadi bangsa yang gagal atau bangsa yang selamat bahkan menyelamatkan bangsa lain,” jelasnya.
Dia mengklaim dan berani bersaksi, selagi NU kuat dan kokoh, maka bangsa Indonesia akan menjadi negara yang selamat dan menyelamatkan bangsa lain. Untuk menjadi negara yang selamat, jelas Cak Imin, ada dua syarat utama.
Pertama, potensi sumber daya alam yang sangat kaya harus dimaksimalkan. Pengelolaan sumber daya alam harus kembali pada khittah UUD 1945 dan pancasila untuk agar bisa menyelamatkan penduduknya. Syarat kedua, terkait dengan sumber daya manusia (SDM), Indonesia saat ini memiliki angkatan muda yang besar.
“SDM kita di dominasi sumber daya muda, yang punya energi , dan kemampuan berpikir lebih cepat. SDM menjadi kekuatan menggerakkan , sekaligus solusi masalah bangsa. Pertama itu urusan saya, dalam waktu setahun semua hutang negara beres,” tandasnya.
Sehingga, kata dia, generasi muda saat ini harus siap agar bisa menjadi solusi untuk segala problematika negara. Pemuda harus memanfaatkan segala potensi yang ada dalam dirinya, untuk mengembangkan diri.
Di akhir penyampaiannya, Muhaimin mendukung langkah Unisma sebagai kampus yang anti-intoleransi, anti kekerasan seksual, dan anti perundungan. “Unisma harus menjadi kekuatan dan motor anti kekerasan dan bullying. Perundungan dan kekerasan akan merusak mental bangsa,” pungkasnya. [dan/suf]







