Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Jatim terus melakukan upaya percepatan pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) di wilayah Jatim. Upaya eliminasi TBC tersebut juga melibatkan unsur pentahelix.
Beberapa waktu lalu, Dinkes Jatim juga telah menggelar pertemuan untuk pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC. “Kita belajar dari kasus Covid-19 kemarin, berkat dukungan maupun kerjasama dari unsur pentahelix, Covid-19 bisa kita kendalikan,” ujar Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Jatim, drg. Sulvy Dwi Anggraini, M.Kes, Rabu (7/9/2022).
Sulvy mengatakan, program pencegahan dan pengendalian TBC ini menjadi amanat Presiden RI Joko Widodo, karena penyakit TBC menjadi salah satu masalah kesehatan yang utama di Indonesia, khususnya di Jatim. Sehingga perlu upaya keras agar TBC dapat ditanggulangi, dan target Eliminasi TBC tahun 2030 bisa tercapai.
[berita-terkait number=”5″ tag=”TBC”]
Ia menambahkan, sejak awal eliminasi TBC tahun 2030 menjadi bagian program kesehatan. Namun karena pandemi Covid-19, sehingga fokus tenaga kesehatan berubah menjadi upaya menanggulangi Covid-19.
“Oleh karena itu, tahun 2022 kita menata kembali komitmen agar di tengah-tengah Covid-19 yang mulai terkendali kita bisa melaksanakan program kesehatan esensial di antaranya adalah penanggulangan TBC,” katanya.
“Jadi semua pihak itu kita inginkan untuk hadir, jadi ini adalah tantangan kita, tantangan bersama, tantangan kolektif kita semua bukan hanya dari sektor kesehatan. Belajar dari kasus Covid-19, maka seluruh Pentahelix kita harap bisa sinergi gerak bersama untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan di Jatim,” tandasnya. (ipl/kun)






